LIMBAH DI BINTAN
Nelayan Bintan Kritik Lambatnya Pemerintah Tangani Persoalan Minyak Hitam di Laut
Sudah hampir sepekan minyak hitam di pantai Bintan belum ditangani dengan baik. Sejumlah nelayan kritik lambatnya kerja Pemkab dan Pemprov Kepri
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Nelayan dan warga di Desa Malang Rapat, Bintan, mengeluhkan lambannya penanganan pencemaran minyak hitam di laut yang telah berlangsung hampir sepekan
- Minyak hitam dalam ratusan karung yang pecah mencemari pesisir hingga Pantai Trikora, mengganggu aktivitas melaut nelayan dan membuat wisatawan membatalkan rencana berenang
- Pelaku usaha pariwisata menilai pencemaran ini berdampak besar terhadap ekonomi dan citra Bintan sebagai destinasi wisata, serta mendesak penanganan yang cepat dan serius
BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah nelayan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan lambatnya Pemerintah Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menangani persoalan pencemaran minyak hitam di laut.
Pasalnya sudah hampir sepekan, minyak hitam ini belum juga ditangani dengan baik.
"Lamban penanganannya. Saya pikir hari ini petugas sudah turun ke lapangan untuk membersihkan minyak hitam, nyatanya belum. Mereka masih rapat-rapat saja," kata nelayan Malang Rapat, yang enggan menyebutkan namanya, Senin (2/2/2026).
Ia menilai, harusnya koordinasi antar Instansi cepat dilakukan, dengan menurunkan personel untuk membersihkan minyak hitam.
"Jangan sampai minyak hitam itu membawa dampak lebih luas lagi ke nelayan," ujarnya.
Hal serupa disampaikan warga Malang Rapat, Hairuddin.
Ia mengatakan, keberadaan minyak hitam dalam karung ini ditemukan sejak 3 hari lalu.
"Awalnya sedikit. Hari ini makin banyak," tuturnya.
Munculnya minyak hitam ini membuat nelayan susah untuk melaut. Sebab ketika jaring terkena minyak hitam, akan susah untuk dibersihkan.
Apalagi saat ini minyak hitam dalam karung sudah banyak yang pecah.
Bau yang menyengat juga menjadi keluhan warga setempat.
"Kawan-kawan nelayan dari Berakit dan Teluk Bakau juga mengeluhkan hal yang sama," kata Hairuddin.
Ia mengatakan, hari ini petugas dari DLHK Kepri, Dinas Perikanan dan Kecamatan Gunung Kijang sudah turun ke lokasi. Namun minyak hitam itu belum juga dibersihkan.
"Itu minyak masih menumpuk di pesisir pantai," kata Hairuddin sembari menunjuk ke arah laut.
Desa Malang Rapat
NELAYAN BINTAN
minyak hitam
Pemerintah Kabupaten Bintan
Pemerintah Provinsi Kepri
Bintan
| Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai di Bintan, DLHK Kepri Sebut Bawa ke Batam Buat Dimusnahkan |
|
|---|
| Karung Berisi Limbah Minyak Hitam Terdampar di Pantai Trikora Bintan: Baunya Menyengat |
|
|---|
| Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai di Bintan, Wisatawan Check Out Lebih Awal, Resort Merugi |
|
|---|
| Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai di Bintan Dekat Mutiara Beach Resorts, Pekerja: Ini yang Terparah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Minyak-Hitam-Cemari-Laut-Bintan-7888.jpg)