KRISIS AIR DI TANJUNGPINANG DAN BINTAN
Krisis Air di Tanjungpinang dan Bintan Belum Usai, Warga Rogoh Kocek Beli Air Tangki
Warga Tanjungpinang dan Bintan harap-harap cemas, sudah 1 bulan mereka alami krisis air akibat sumur warga kering. Ada juga karena air waduk susut
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Krisis air bersih di Bintan dan Tanjungpinang telah berlangsung lebih dari satu bulan akibat sumur warga dan sejumlah waduk yang mengering
- Warga terpaksa membeli air tangki dengan biaya tambahan hingga ratusan ribu rupiah per bulan demi memenuhi kebutuhan MCK sehari-hari
- Di Bintan Utara, distribusi air dilakukan bergiliran karena debit Waduk Sei Jago terus menurun
- Di Tanjungpinang, krisis air diperparah kerusakan mesin pompa di perumahan, memicu polemik kenaikan tarif air
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Persoalan air bersih di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum berakhir.
Sudah satu bulan lebih masyarakat dilanda krisis air. Warga kini harap-harap cemas. Sebab banyak sumur warga dan waduk di wilayah itu dilaporkan kering.
Banyak warga terpaksa harus membeli air tangki.
Heni Setiawati, warga RT01/RW02 Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, menjadi salah satu warga yang membeli air.
"Saya sudah beli air bersih selama satu bulan ini," katanya, Selasa (3/2/2026).
Heni menghabiskan uang Rp70 ribu untuk membeli air bersih sekali beli.
"Sekali saya pesan satu ton," tuturnya.
Dia dan keluarganya bisa menggunakan air tersebut selama sepekan.
"Kami harus irit-irit, gunakan air seperlunya saja. Satu bulan saya keluarkan uang tambahan sebesar Rp280 ribu," bebernya.
Air itu digunakan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK). Langkah itu terpaksa diambil karena air sumur di rumahnya telah kering dalam sebulan terakhir.
Selama ini ia mengharapkan sumur pribadinya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
"Semoga ada bantuan air minum dari Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)," ujarnya berharap.
Warga Bintan Rasakan Hal yang Sama
Krisis air bersih juga mulai dirasakan warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.
| DPRD Kepri Siapkan Dua Langkah Atasi Krisis Air di Bintan dan Tanjungpinang, Target 2028 Tuntas |
|
|---|
| Air Waduk Sei Jago Bintan Makin Menyusut, Ketinggian Air Kini Tinggal 47 Cm |
|
|---|
| Krisis Air di Bintan, Ketinggian Air di Waduk Sei Jago Tinggal 56 cm, PDAM Kurangi Distribusi |
|
|---|
| Atasi Krisis Air di Pulau Bintan, Akademisi Sarankan Pemerintah Lakukan Upaya Ini |
|
|---|
| Lis Perintahkan BPBD Tiap Hari Distribusikan Air ke Warga Terdampak di Tanjungpinang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Krisis-Air-Bersih-7888.jpg)