Minggu, 3 Mei 2026

KRISIS AIR DI TANJUNGPINANG DAN BINTAN

Krisis Air di Tanjungpinang dan Bintan Belum Usai, Warga Rogoh Kocek Beli Air Tangki

Warga Tanjungpinang dan Bintan harap-harap cemas, sudah 1 bulan mereka alami krisis air akibat sumur warga kering. Ada juga karena air waduk susut

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Ronnye Lodo Laleng/TribunBatam.id
KRISIS AIR - Seorang warga setempat sedang melihat tempat penampungan air di Perumahan Pinangmas Residence, Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01 Kelurahan Batu 10, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kepri, Selasa (3/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Krisis air bersih di Bintan dan Tanjungpinang telah berlangsung lebih dari satu bulan akibat sumur warga dan sejumlah waduk yang mengering
  • Warga terpaksa membeli air tangki dengan biaya tambahan hingga ratusan ribu rupiah per bulan demi memenuhi kebutuhan MCK sehari-hari
  • Di Bintan Utara, distribusi air dilakukan bergiliran karena debit Waduk Sei Jago terus menurun
  • Di Tanjungpinang, krisis air diperparah kerusakan mesin pompa di perumahan, memicu polemik kenaikan tarif air

 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Persoalan air bersih di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum berakhir.

Sudah satu bulan lebih masyarakat dilanda krisis air. Warga kini harap-harap cemas. Sebab banyak sumur warga dan waduk di wilayah itu dilaporkan kering.

Banyak warga terpaksa harus membeli air tangki. 

Heni Setiawati, warga RT01/RW02 Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, menjadi salah satu warga yang membeli air.

"Saya sudah beli air bersih selama satu bulan ini," katanya, Selasa (3/2/2026).

Heni menghabiskan uang Rp70 ribu untuk membeli air bersih sekali beli.

"Sekali saya pesan satu ton," tuturnya.

Dia dan keluarganya bisa menggunakan air tersebut selama sepekan.

"Kami harus irit-irit, gunakan air seperlunya saja. Satu bulan saya keluarkan uang tambahan sebesar Rp280 ribu," bebernya.

Air itu digunakan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK). Langkah itu terpaksa diambil karena air sumur di rumahnya telah kering dalam sebulan terakhir.

Selama ini ia mengharapkan sumur pribadinya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

"Semoga ada bantuan air minum dari Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)," ujarnya berharap.

Warga Bintan Rasakan Hal yang Sama

Krisis air bersih juga mulai dirasakan warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved