Selasa, 28 April 2026

KRISIS AIR DI TANJUNGPINANG DAN BINTAN

Air Waduk Sei Jago Bintan Makin Menyusut, Dari Normalnya 3 Meter Kini 57 Cm

Ketinggian air di Waduk Sei Jago Bintan kini tinggal 57 centimeter. Padahal normalnya mencapai 3 meter. Penyusutan sudah terjadi lebih sebulan

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
AIR BERSIH - Kondisi air Waduk Sei Jago di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang alami penyusutan drastis 

Persoalan ini telah dilaporkan ke pemerintah pusat dan Balai Wilayah Sungai (BWS). 

Namun karena aset waduk milik pemerintah provinsi, penanganan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Pihaknya berharap perbaikan waduk dapat segera dilakukan agar krisis air tidak berlarut-larut.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

"Mohon bagi pelanggan menggunakan air seperlunya agar pasokan bisa bertahan lebih lama,” pesannya.

Seorang pelanggan PDAM di Tanjunguban, Erik, mengeluhkan kualitas air yang dinilainya semakin keruh sejak musim kemarau.

“Airnya sangat keruh. Sudah disaring tetap keruh, jadi tangki air harus sering dibersihkan,” ujarnya.

Erik menilai kondisi air Waduk Sei Jago sudah kurang layak dijadikan sumber air baku, terutama saat musim kemarau.

Erik ingin PDAM Tirta Kepri dapat mencari alternatif sumber air lain.

"Barangkali bisa kerja sama dengan SPAM di Lobam yang air bakunya masih melimpah dan persoalan ini bisa diatasi," katanya.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved