Waduk Sei Gesek di Bintan Mengering, Gundukan Tanah Mulai Terlihat di Dasar Waduk
Waduk Sei Gesek Bintan yang biasanya penuh dengan air dan menjadi sumber air bagi warga, kini mengering. Ketinggian air dari 2 meter lebih kini 40 cm
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Musim kemarau membuat Waduk Sei Gesek di Toapaya Bintan menyusut drastis hingga ketinggian air tinggal sekitar 40 centimeter dari kondisi normal lebih dari 2 meter
- Penyusutan ini menimbulkan kekhawatiran warga Bintan dan Tanjungpinang karena waduk tersebut menjadi sumber utama kebutuhan air sehari-hari
- PDAM Tirta Kepri tetap mengoperasikan waduk 24 jam serta melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk pemasangan sandbag dan menyiapkan skenario pengalihan aliran ke Waduk Sei Pulai
BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Terik matahari terasa menyengat di pinggir Jalan Gesek, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (12/2/2026).
Sudah 38 hari pula musim kemarau melanda wilayah Toapaya Bintan.
Fenomena ini membawa dampak buruk bagi masyarakat di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Waduk Sei Gesek yang selama ini penuh dengan air, dan menjadi sumber air bagi warga, kini mengering.
Gundukan tanah mulai terlihat di dasar waduk tersebut.
Debit air pun tinggal sedikit. Air di waduk itu selama ini menjadi andalan bagi kebutuhan hidup masyarakat setempat.
Mengeringnya air Waduk Sei Gesek, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga.
"Saya jadi takut jika tidak hujan, air makin menyusut," ujar Hasan, seorang warga Tanjungpinang.
Ia berharap dalam waktu dekat hujan segera turun di Pulau Bintan, dan dapat mengembalikan kondisi air waduk ke posisi normal.
Air Waduk Sei Gesek dilaporkan menyusut akibat cuaca panas yang melanda sejak Januari 2026.
Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri, Abdur Razak mengatakan, ketinggian air di Waduk Sei Gesek mengalami penyusutan signifikan.
"Ketinggian air waduk dalam kondisi normal sekitar 2 meter lebih, sedangkan saat ini hanya di angka sekitar 40 centimeter," katanya.
Ia mengatakan, pihak PDAM Tirta Kepri tetap mengoperasionalkan waduk 24 jam, meski kondisi air menyusut.
PDAM Tirta Kepri telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi air terus menyusut. Antara lain dengan memasang karung-karung pasir atau sandbag.
| Bos Angkringan di Tanjunguban Bintan Ditikam Mantan Pekerja, Pelaku Ditangkap Kurang 12 Jam |
|
|---|
| Hari Pertama WFH ASN Pemko Batam, Kantor Wali kota Batam Sepi, AC dan Lampu Kantor Banyak Mati |
|
|---|
| Denpom Lanal Bintan dan Satlantas Polres Bintan Amankan Puluhan Sepeda Motor Pakai Knalpot Brong |
|
|---|
| Tak Ada Firasat, Suami Korban Kecelakaan Maut di Bintan Kenang Momen Terakhir Bersama Istri |
|
|---|
| Warga Bintan Kepri Bingung Minyakita Hilang dari Peredaran, Distributor Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Waduk-Sei-Gesek-678.jpg)