Minggu, 26 April 2026

KRISIS AIR DI BINTAN

Warga Desa Dendun Bintan Kesulitan Air Bersih, Sumur Berubah Asin dan Berwarna Kuning

Krisis air bersih terjadi di Desa Dendun, Kecamatan Mantang, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Air sumur warga kini asin, ada juga yang berwarna kuning

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
KRISIS AIR BERSIH  - Muhammad Rajali Lubis, warga Bintan memperlihatkan bak air di rumahnya kosong akibat krisis air belum lama ini. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Krisis air bersih terjadi di Desa Dendun, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Warga yang berdomisili di wilayah itu hingga kini masih kesulitan mendapatkan air.

Hal ini akibat musim kemarau di wilayah pesisir Bintan tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa antre hingga menyaring air sumur karena kualitasnya menurun dan berubah warna kekuningan seperti berkarat.

Sebagian sumur bahkan sudah berubah menjadi asin, sehingga tak layak untuk dikonsumsi.

Kepala Desa (Kades) Dendun, Eva Riana saat dikonfirmasi mengakui fenomena tersebut.

Ia menyampaikan, warga di desanya mengalami kesulitan air bersih sejak beberapa bulan lalu.

Kendati demikian, kondisi saat ini tidak separah 10 tahun lalu. 

"Beberapa tahun lalu, kita harus mengambil air di Mantang," ujar Eva, Minggu (26/4/2026).

Warga yang terdampak kekeringan di desanya tidak terlalu banyak.

Hanya saja, kondisi kekeringan ini membuat warga harus antre.

Jika sebelumnya warga mengambil air pagi dan siang hari, kini banyak yang bergiliran pada siang hingga malam hari.

"Saat siang ramai, jadi antre. Ada warga yang ambilnya malam hari, giliranlah pada intinya," ujarnya.

Ada puluhan sumur warga, namun sekitar 5 hingga 6 sumur sudah berubah asin meski jarak ke laut cukup jauh, sekitar 30 hingga 40 meter.

"Sumur sudah kering, sehingga air laut masuk ke sumur menjadi asin," tuturnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved