Kamis, 14 Mei 2026

Sinergi Tradisi dan Modal, Jatuh Bangun Kurnia Farm hingga Sapi 1,1 Ton Miliknya Dibeli Presiden

Kurnia Farm memadukan warisan leluhur dan modal KUR BRI, dari jatuh bangun hingga sapinya dibeli Presiden Prabowo.

Tayang:
Penulis: Khistian Tauqid | Editor: Karunia Rahma Dewi
Tribun Batam/Khistian Tauqid
PERJUANGAN KURNIA FARM - Nur Khozin menatap sapi ternak miliknya sebelum berukuran 1,1 ton dan dibeli oleh Presiden Prabowo untuk Hari Raya Idul Adha 2026. 

Menariknya, Yuni mengamati sebuah fenomena unik: tidak semua orang bisa bertahan di bisnis ini. 

"Entah kenapa hanya orang-orang yang memiliki darah keturunan pedagang sapi saja yang bisa bertahan dan bahkan lebih sukses," ucapnya heran.

Dusun ini layak menyandang gelar sebagai sentra perdagangan sapi terbesar di Jawa Tengah

Kontras dengan pedesaan pada umumnya yang mengandalkan sawah, di sini sektor peternakan memegang kendali utama.

Pemilik Kurnia Farm, Nur Khozin mengakui bahwa Dusun Pagendingan didominasi oleh penjual sapi dari berbagai kalangan usia.

"Di sini sekitar 80 sampai 90 persen jualan sapi, sisanya pertanian," ujar Nur Khozin, pada Minggu (10/5/2026).

Sejarah kesuksesan para warga di sini pun tidak diraih secara instan. Kebanyakan dari mereka memulai dengan sistem magang kepada keluarga atau kerabat. 

"Ikut bantu pakde saya jualan sapi sekitar lima tahun setelah SMP, lalu berdiri sendiri sekitar tahun 2015," tambahnya.

Kurnia Farm milik Nur Khozin
Kurnia Farm milik Nur Khozin yang terletak di Dusun Pagendingan, Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Keajaiban Modal KUR BRI

Memulai bisnis dari nol bukanlah perkara mudah. Kisah ini diawali dari kepemilikan dua ekor anak sapi seharga Rp750 ribu per ekor, yang kini nilainya telah meroket hingga Rp7 juta per ekor. 

Namun, perjalanan tersebut sempat diwarnai kebangkrutan hingga empat kali.

Di titik terendah, akses terhadap perbankan menjadi penyelamat. Kehadiran KUR BRI menjadi jembatan bagi para pedagang untuk bangkit dari keterpurukan modal.

"Awal mula saya berdiri ini tidak punya modal benar-benar habis, sempat jatuh bangun sebanyak empat kali. Kisaran lima tahun saya ambil KUR BRI dari Rp 10 juta naik terus sampai pinjam Rp 200 juta untuk modal jualan sapi," ungkapnya.

Proses yang mudah dan cepat menjadi alasan utama mengapa warga dusun ini begitu setia pada BRI. 

"Saya memilih KUR BRI ya karena prosesnya mudah dan pencairannya lebih cepat, apalagi yang terdekat di kampung sini cuma BRI."

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved