Sinergi Tradisi dan Modal, Jatuh Bangun Kurnia Farm hingga Sapi 1,1 Ton Miliknya Dibeli Presiden
Kurnia Farm memadukan warisan leluhur dan modal KUR BRI, dari jatuh bangun hingga sapinya dibeli Presiden Prabowo.
Penulis: Khistian Tauqid | Editor: Karunia Rahma Dewi
Skala bisnis di dusun ini benar-benar mencengangkan. Operasional harian mereka mencakup wilayah yang sangat luas.
Mulai dari kulakan di Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Lampung, untuk kemudian dipasarkan di daerah Batang, Pekalongan, dan Pemalang.
"Apalagi rombongan kampung sini kalau jualan sapi ke Pekalongan bisa mencapai 25 truk, sepengetahuan saya di Jawa Tengah yang satu kampung bisa menjual 25 truk berisi sapi cuma dusun sini," jelasnya dengan bangga.
Perjuangan di balik layar pun tak main-main. Para pedagang harus rela tidur di atas truk beralaskan jerami saat melakukan perjalanan kulakan berhari-hari.
Persiapan di kandang dimulai sejak jam 12 malam agar subuh sudah bisa berangkat ke pasar.
Laba Menggiurkan
Secara finansial, bisnis sapi menjanjikan keuntungan yang stabil jika dikelola dengan ilmu yang tepat.
Keuntungan berkisar Rp500 ribu – Rp1 juta per ekor. Dengan penjualan rata-rata 20 ekor seminggu, laba bersih jutaan rupiah sudah di tangan setiap jualan.
Penjualan melonjak hingga 100 ekor lebih per minggu khusus Hari Raya Idul Adha. Laba per ekor bisa mencapai Rp5 juta untuk jual-beli, bahkan hingga Rp20 juta per ekor untuk sistem peternakan (gemukan).
"Kalau ramai seperti Idul Adha itu bisa mencapai 50 ekor lebih, per minggu sekarang 70 sampai 100 ekor bisa habis," paparnya.
Khusus Hari Raya Idul Adha 2026, Nur Khozin berhasil menjual sapi jenis Simmental dengan berat sekitar 1,1 ton atau 1100 kilogram kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Sapi Simmental yang saya ternak di rumah malah dibeli Pak Prabowo seharga Rp125 juta untuk Idul Adha 2026,” tuturnya sambal tertawa.
Meskipun satu dusun bersaing di pasar yang sama, mereka tetap mengedepankan persaingan yang sehat. Bagi mereka, modal uang hanyalah satu bagian kecil dari kunci sukses.
"Jualan sapi itu harus punya ilmu, mental, dan modal kalau tidak punya semua itu hancur. Tidak semua orang bisa jualan sapi, kalau modal hampir semua orang bisa punya tapi kalau ilmu dan mental tidak semua orang menguasai," tegasnya.
(TribunBatam.id/Khistian Tauqid)
| Rangkul Kompetitor Demi Rezeki Bersama, Agen BRILink Stronic Cell Bermanfaat untuk Semua |
|
|---|
| Identitas 1 Korban Tewas dan 5 Luka Akibat Kecelakaan di Brebes, Pemicunya Truk Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Jalur Pelarian Ashari Kiai Cabul di Pati, Berhasil Ditangkap di Wonogiri, Wajah Pelaku Bonyok |
|
|---|
| Cara Setor Tunai Tanpa Kartu BRI di BRImo, Nabung Lewat ATM Makin Mudah |
|
|---|
| Dana Desa 2026 Kabupaten Brebes Rp 105,4 Miliar Segera Cair, Inilah Rincian tiap Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Nur-Khozin-menatap-sapi-ternak-miliknya-yang-berukurang-11-ton.jpg)