DISKOMINFO NATUNA
Rakerda Dekranasda Natuna, Wabup Jarmin: Lebih Berinovasi agar Kerajinan Daerah Naik Kelas
Wabup Jarmin menegaskan komitmen Pemkab Natuna dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan daerah, sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi, sekaligus perumusan arah pengembangan kerajinan daerah di tengah tantangan global yang dinilai kian dinamis.
Rakerda kali ini mengusung tema 'Transformasi Digital Kerajinan Natuna', yang berlangsung di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM, Kompleks Masjid Agung Baitul Izzah Natuna.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, dan dihadiri Ketua Dekranasda Natuna Syafartidah Jarmin, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus Dekranasda, serta perwakilan organisasi perempuan se Kabupaten Natuna.
Saat membuka rakerda, Wabup Jarmin menegaskan komitmen Pemkab Natuna dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan daerah, sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Menurut Jarmin, seni kerajinan merupakan kekayaan daerah yang memiliki potensi besar apabila dikelola secara baik, mulai dari pemanfaatan bahan baku lokal hingga pelibatan masyarakat sebagai pelaku utama.
“Jika dikelola dengan baik, sektor kerajinan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan identitas budaya daerah kita,” ujar Jarmin.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi Dekranasda dengan OPD terkait guna membangun organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para perajin dan pelaku UMKM.
Jarmin mendorong Dekranasda Natuna agar segera melakukan pembenahan internal, menyusun program kerja yang lebih mantap, serta memperkuat pengembangan usaha kerajinan daerah.
“Dekranasda harus mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar kerajinan daerah kita semakin berkualitas, terutama di era digital saat ini. Perlu komitmen bersama untuk memperluas pemasaran dan turun langsung ke lapangan menggali potensi khas Natuna. Tonjolkan dan eksplor sedemikian rupa,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Natuna Syafartidah lebih menekankan pada inovasi.
“Kondisi saat ini menuntut kita untuk lebih adaptif dan inovatif agar produk kerajinan daerah tetap bertahan dan memiliki daya saing,” ujar Syafartidah.
Ia menegaskan, kerajinan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan yang tumbuh melalui proses panjang dan diwariskan secara turun-temurun.
Oleh karena itu, keberlanjutan sektor ini sangat bergantung pada kemampuan perajin menjaga mutu, kreativitas, serta memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada.
“Transformasi masyarakat akibat teknologi digital, minat pasar, serta kualitas perajin menjadi faktor penting dalam menjaga eksisnya kerajinan daerah,” katanya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)
| Gedung Permanen Sekolah Rakyat di Natuna Akan Dibangun Maret 2026 di Lahan Seluas 11,38 Ha |
|
|---|
| Musorkab Jadi Titik Awal KONI Natuna, Wabup Jarmin Dorong Lompatan Prestasi Olahraga 2026-2030 |
|
|---|
| Libatkan BPKP, Pemkab Natuna Kawal Program Sekolah Rakyat 2026 Agar Tepat Sasaran |
|
|---|
| Bupati Cen Paparkan Arah Pembangunan di Musrenbang Natuna 2026, Target Tekan Kemiskinan |
|
|---|
| Soroti Kedisiplinan ASN, Pemkab Natuna Akan Terapkan Absensi Wajah Gantikan Fingerprint |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/RAKERDA-DEKRANASDA-NATUNA.jpg)