Sabtu, 11 April 2026

BPGN Natuna Kebut Pengusulan Geopark Menuju UNESCO Global Geopark

Upaya menjadikan Geopark Natuna sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) tak hanya soal status internasional

TribunBatam.id/Istimewa
GEOPARK NATUNA - Badan Pengurus Geopark Natuna (BPGN) menggelar rapat pembahasan percepatan pengusulan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark (UGG), bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Natuna. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Upaya menjadikan Geopark Natuna sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) tak hanya soal status internasional.

Di balik itu, ada kekhawatiran nyata terhadap kondisi sejumlah geosite yang mulai terancam kerusakan, salah satunya di Pulau Setanau.

Pulau Setanau selama ini dikenal sebagai salah satu geosite unggulan di Natuna.

Hamparan batu granit raksasa berpadu dengan laut biru jernih dan terumbu karang yang memikat menjadi daya tarik utama wisatawan.

Namun di balik keindahannya, ancaman kerusakan mulai terlihat akibat aktivitas pengunjung.

Hal itu disampaikan Ketua Aktivis Jelajah Bahari Natuna (JBN), Cherman, dalam rapat pembahasan percepatan pengusulan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark (UGG), yang digelar Badan Pengurus Geopark Natuna (BPGN) di Kantor Dinas Pariwisata Natuna, Selasa (24/02/2026). 

Ia mengungkapkan adanya aktivitas pembakaran di atas batu granit, hingga kerusakan terumbu karang akibat ulah pengunjung yang kurang bertanggung jawab.

“Kalau tidak ada pengawasan dan edukasi yang kuat, geosite ini bisa rusak. Kita berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan masyarakat setempat guna mencegah kerusakan geosite, khususnya di Pulau Setanau, agar tetap terjaga sebagai bagian penting dari kawasan Geopark Natuna," ujarnya.

Kondisi tersebut pun menjadi salah satu sorotan dalam pembahasan percepatan pengusulan Geopark Natuna menuju pengakuan Internasional.

Sementara Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Natuna yang juga menjabat sebagai ketua harian BPGN, Basri, menegaskan bahwa pengembangan geopark harus berjalan seimbang antara pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah menilai, status UNESCO Global Geopark bukan sekadar status saja, melainkan instrumen untuk memperkuat perlindungan kawasan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, geopark dapat menjadi motor penggerak sektor pariwisata berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal melalui promosi produk berbasis kearifan lokal di kawasan geosite.

"Jadi pengusulan Geopark Natuna menuju pengakuan internasional memerlukan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, maupun masyarakat. Keberadaan geopark ini tentunya penting pada pelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan," jelas Basri.

Langkah ini guna memastikan kekayaan geologi Natuna tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Bagi Natuna, geopark adalah bagian identitas, kebanggaan, sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaganya. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved