Bupati Anambas Aneng Pastikan Evaluasi Sejumlah Ruas Jalan Terdampak Abrasi
Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir berdampak pada beberapa lokasi di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir berdampak pada beberapa lokasi di Kabupaten Kepulauan Anambas. Satu dampaknya terjadi pada abrasi bibir pantai yang memakan ruas jalan di sekitarnya.
Lokasi abrasi itu terletak di Dusun Pasir Panjang, Desa Landak, Kecamatan Jemaja. Akibatnya masyarakat di sekitar lokasi tersebut tidak bisa beraktivitas dengan lancar. Sebab, ruas jalan ini merupakan akses vital penghubung antarbeberapa desa serta kecamatan di Kepulauan Anambas.
Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng langsung turun meninjau lokasi pada Rabu (10/12/2025) siang. Setelah meninjau tingkat kerusakan akses jalan itu, Bupatin Aneng lalu memastikan penanganannya akan digesa sesegera mungkin.
“Ada masyarakat yang melapor langsung kepada saya terkait abrasi ruas jalan. Saya turun langsung turun untuk melihat kondisinya. Nah, setelah ditinjau, saya pastikan penanganan akan dilakukan secepatnya,” ungkap Bupati Aneng kepada TRIBUNBATAM.id.
Bupati Aneng menjelaskan, dalam beberapa hari ke depan, penangannan kondisi jalan yang rusak akibat abrasi itu sudah akan diselesaikan oleh dinas terkait. Penanganan tersebut masih bersifat darurat untuk memudahkan masyarakat bisa beraktivitas dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Nah, untuk penanganan secara permanen akan kita anggarkan pada tahun depan di dinas terkait,” jelas Bupati Aneng.
Tidak hanya menaruh perhatian ke lokasi itu, Bupati Aneng juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mendata semua wilayah yang terdampak abrasi. Dia memastikan semua daerah tersebut akan ditangani Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2026.
Dari data yang dilansir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Anambas, tercatat lima titik terdampak abrasi hingga Desember 2025. Daerah-daerah tersebut adalah Harung Hijau, Desa Landak, Desa Rewak, Kelurahan Letung dan Padang Melang. Semua ruas jalan itu langsung berdekatan dengan bibir pantai.
“Dinas PUPR saya suruh untuk mendata ruas jalan mana saja yang amblas. Kalau saya lihat hampir semua lokasi itu berada dekat bibir pantat. Oleh karena itu, kita harus membangun batu miring untuk menahan hantaman ombak,” sebut Bupati Aneng.
Menurut Bupati Aneng, selain dibangun batu miring untuk menahan ombak, solusi lain yang dipertimbangkannya adalah memindahkan ruas jalan tersebut agak jauh dari bibir pantai. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan meninjau kembali sejumlah ruas jalan yang berpotensi akan terdampak abrasi.
“Setelah ditinjau, saya menilai sejumlah jalan yang berada di bibir pantai dibangun tanpa perencanaan yang jelas. Jalan dibangun tanpa ada batu miring untuk menahan ombak. Nah, itulah yang kita evaluasi di waktu mendatang,” tegas Bupati Kepulauan Anambas itu. (*)
| Penyelidikan Korupsi Jembatan SP II di Anambas Mengarah ke Tersangka, Polda Kepri Tunggu Audit BPK |
|
|---|
| 6 Jam Terombang-ambing di Laut, Dua Nelayan Anambas Diselamatkan Tim SAR Gabungan |
|
|---|
| Dukung Pariwisata di Anambas, Personel Polsek Siantan Asah Kemampuan Bahasa Inggris |
|
|---|
| Usai Keracunan Masal di Anambas, Dapur MBG Akhirnya Ditutup, Polisi Mulai Dalami Kasus |
|
|---|
| Terungkap Menu MBG yang Buat Ratusan Siswa Keracunan di Anambas,Kepala SPPG: Sudah Memenuhi Standar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/BERITA-15.jpg)