RICUH SESAMA SOPIR TAKSI DI KARIMUN
Ricuh di Pelabuhan Karimun Viral, Taksi Konvensional Buka Suara soal Titik Jemput Driver Online
Perwakilan Taksi Konvensional Taman Bunga Karimun angkat bicara soal kericuhan di Kawasan Pelabuhan Karimun dengan sopir taksi online
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Perwakilan dari Taksi Konvensional Taman Bunga Kabupaten Karimun angkat bicara soal ricuh antara driver taksi konvensional dan driver online yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (25/4/2026) lalu.
Insiden itu terjadi sekira pukul 14.00 WIB dan sempat viral di media sosial.
Yusnilan, Ketua Taksi Konvensional Taman Bunga Kabupaten Karimun menyayangkan kejadian ini.
Menurutnya, persoalan titik jemput taksi online sudah pernah dibahas bersama pemerintah setempat melalui Dinas Perhubungan Karimun beberapa waktu lalu.
"Masalah ini sudah pernah kami bahas. Pada saat rapat kemarin saat ditanya apakah ada yang keberatan, saat itu tidak ada yang berkomentar, semua diam sampai ketuk palu," ujar Yusnilan saat ditemui pada Minggu (26/4/2026).
Ia juga menungkap kronologi kejadian pada Sabtu itu. Berawal dari ada driver online yang mengambil penumpang melebihi titik penjemputan di pelabuhan.
"Kalau dia tak masuk ke dalam, kami tak masalah, tapi ini sudah keterlaluan. Karena sudah ada juga papan spanduk dimana lokasi penjemputan dari taksi online," katanya.
Yusnilan juga menyayangkan ada oknum driver yang bersifat arogansi dalam kejadian tersebut.
"Saya juga heran ada yang mengatakan 'kami orang sini, anak sini'. Kami juga orang sini, kami cuma cari makan, bukan cari kaya dari ini bang. Justru kalau ada penumpang yang menanyakan dimana taksi online, kami tunjukkan titiknya," ujar Yusnilan.
Informasi yang wartawan TribunBatam.id dapatkan, jumlah anggota taksi konvensional di Karimun sekitar 150 orang, Mereka terdiri dari mobil, tukang ojek, dan tukang becak.
"Dan semua orang ini cari uang untuk makan aja, ada yang untuk anak sekolah, dan juga ada yang kredit mobil. Kami juga membayar pajak bang ke pemerintah setiap bualnnya," katanya.
Dengan adanya kejadian ini, driver taksi konvensional berharap Pemerintah Kabupaten Karimun lebih mempertegas persoalan titik jemput driver taksi online, sehingga keputusan yang sudah ditetapkan bisa diterima pihak terkait.
(TribunBatam.id/fairozzamani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/driver-taksi-konvensional-TBK.jpg)