NELAYAN HILANG DI KARIMUN
Sempat Hilang Kontak di Laut, 2 ABK Kapal Nelayan Karimun Ditemukan Selamat di Johor
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang menjelaskan proses penemuan dan evakuasi kapal nelayan Karimun hanyut hingga ke malaysia
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kapal motor (KM) Rezki Indah yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Pulau Tokong Hiu, Kabupaten Karimun, akhirnya ditemukan di wilayah perairan Batu Pahat, Johor, Malaysia.
Dua anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal tersebut juga selamat, dan telah dijemput pihak keluarga untuk dibawa kembali ke Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli mengatakan, pihaknya menerima informasi kejadian tersebut pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 08.25 WIB.
Informasi awal diterima dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terkait KM Rezki Indah yang hilang kontak sejak Kamis (7/5/2026) malam.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, kapal tersebut berangkat dari Karimun menuju perairan Tokong Hiu dan belum kembali hingga akhirnya dilaporkan lost contact,” ujar Fazzli saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).
Setelah menerima laporan, Kansar Tanjungpinang langsung melakukan koordinasi dengan Pos SAR Tanjung Balai Karimun serta sejumlah instansi terkait.
Di antaranya KSOP Tanjung Balai Karimun, Polairud Karimun, dan Lanal Tanjung Balai Karimun.
Selain itu, pihak SAR juga mengirimkan permohonan bantuan penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Kami juga berkoordinasi dengan MPA Singapore dan MRSC Johor Bahru untuk membantu pemantauan keberadaan kapal,” jelas Fazzli
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. KM Rezki Indah ditemukan oleh nelayan Malaysia di perairan Batu Pahat, Johor, Malaysia.
“Kedua penumpang dalam kapal tersebut ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Selanjutnya pada Minggu (10/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, kedua korban dijemput pihak keluarga dan dibawa kembali ke Tanjung Balai Karimun.
Dalam operasi koordinasi tersebut, unsur SAR yang terlibat terdiri dari Kansar Tanjungpinang, KSOP Tanjung Balai Karimun, Polairud Karimun, dan Lanal Tanjung Balai Karimun.
Saat kejadian, kondisi cuaca di perairan dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,1 hingga 0,5 meter serta arah angin dari utara dengan kecepatan 4 hingga 6 knot.
Sebelumnya, kedua nelayan yang hilang tersebut bernama Tengku Iskandi dan Haidir. Mereka mengalami kecelakaan laut setelah kapal yang digunakan diterjang gelombang tinggi hingga mengalami mati mesin di tengah laut. (TribunBatam.id/Fairozzamani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/evakuasi-dua-nelayan-yang-hanyut-hingga-malaysia.jpg)