Rabu, 27 Mei 2026

Karimun Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa dari Mendikdasmen

Kabupaten Karimun meraih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI.

Tayang:
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Mairi Nandarson
dokumentasi Diskominfo karimun/Fairoz Zamani
PENGHARGAAN - Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, mewakili Bupati Karimun, Iskandarsyah, menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI dalam acara yang digelar di Depok, Senin (25/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pemerintah Kabupaten Karimun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Komitmen menjaga kelestarian budaya dan bahasa daerah mengantarkan Kabupaten Karimun meraih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI.

Penghargaan diterima langsung Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, mewakili Bupati Karimun, Iskandarsyah, dalam acara yang digelar di Depok, Senin (25/5/2026).

Kabupaten Karimun masuk dalam jajaran 27 daerah terbaik di Indonesia yang dinilai konsisten dalam upaya menyelamatkan bahasa daerah dari ancaman kepunahan di era digital.

Daerah penerima penghargaan tersebut terdiri dari satu gubernur dan 26 bupati/wali kota se-Indonesia.

Penilaian pemerintah pusat menyebutkan Pemkab Karimun berhasil memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui regulasi yang konkret dan terstruktur.

Salah satunya lewat Surat Edaran Bupati Karimun Nomor: 100.34/DISDIKBUD/0853/2026 tentang kewajiban penggunaan Bahasa Melayu sebagai muatan lokal di seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD, SD hingga SMP.

Rocky Marciano Bawole mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Karimun.

“Penghargaan dari Mendikdasmen ini merupakan wujud nyata dari kesadaran kolektif masyarakat, para pendidik, tokoh adat, dan pegiat budaya di Kabupaten Karimun."

"Ini adalah pembuktian bahwa komitmen visi Karimun Berbudaya bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata yang terstruktur,” ujar Rocky Marciano Bawole

Ia juga menegaskan posisi Kabupaten Karimun sebagai wilayah perbatasan membuat pelestarian budaya Melayu menjadi tanggung jawab penting yang harus dijaga bersama.

Menurut Rocky, tantangan terbesar saat ini ialah menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa daerah di tengah perkembangan teknologi dan budaya luar.

“Bahasa Melayu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi benteng identitas bangsa di tanah Melayu. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Pemkab Karimun untuk memastikan jati diri budaya tetap terjaga di tengah arus globalisasi dan digitalisasi,” ucapnya. 

Dalam hal ini Pemkab Karimun terus mendorong penggunaan Bahasa Melayu di lingkungan pendidikan formal agar tetap hidup dan digunakan secara aktif oleh generasi muda.

“Kita tidak ingin bahasa daerah hanya menjadi arsip di perpustakaan. Bahasa Melayu harus tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak hingga pelajar SMP di seluruh Kabupaten Karimun,” ungkapnya.

Keberhasilan Pemkab Karimun dalam menjaga eksistensi budaya daerah ditopang melalui tiga strategi utama, yakni penguatan kurikulum Bahasa Melayu di sekolah, pengembangan festival budaya dan kampung budaya berbasis ekonomi kreatif, serta sinergi antara pemerintah, Lembaga Adat Melayu (LAM), seniman dan komunitas lokal.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved