Minggu, 26 April 2026

Sirajudin Nur: Pendidikan Menengah Negeri di Kepri Terus Tertinggal

Tokoh masyarakat Kepri, Sirajudin Nur menyebut pendidikan menengah negeri masih tertinggal dibanding provinsi lain di Indonesia.

TribunBatam.id/Istimewa
SIRAJUDIN NUR - Pengamat pendidikan dan tokoh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sirajudin Nur menyebut pendidikan menengah negeri di Provinsi Kepri masih tertinggal dibandingkan provinsi lain di Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Pendidikan menengah negeri di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih tertinggal dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

SMA Negeri 3 Batam sebagai peringkat pertama di tingkat provinsi, masih berada di rangking 310 secara nasional.

Bahkan tidak ada satu pun sekolah menengah negeri di Kepri yang masuk dalam 30 besar nasional peraih nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 lalu. 

Pengamat pendidikan dan tokoh masyarakat, Sirajudin Nur, menyebut kondisi ini sebagai kegagalan sistemik. Ia menyoroti beberapa faktor penyebab rendahnya prestasi siswa Kepri, antara lain:

  • Distribusi guru berkualitas yang timpang
  • Keterbatasan fasilitas laboratorium dan perpustakaan, serta
  • Geografi kepulauan yang menyulitkan pemerataan pembelajaran.

Strategi persiapan akademik yang belum terstruktur juga disebut memperburuk situasi.

“Kualitas pendidikan kita masih tertinggal jauh dari standar nasional,” ujar Sirajudin, Senin (8/2/2026).

Dampak dari kondisi ini bersifat luas.

Menurut Sirajudin, siswa Kepri kehilangan daya saing untuk masuk perguruan tinggi negeri unggulan, kualitas sumber daya manusia jangka panjang terancam menurun, dan potensi ekonomi berbasis pengetahuan ikut terbatas.

  • Sirajudin menekankan perlunya langkah konkret berbasis bukti. Beberapa rekomendasi yang ia ajukan antara lain:
  • Pemetaan kualitas guru
  • Penerapan kurikulum berbasis kompetensi
  • Intervensi pedagogik intensif, dan evaluasi TKA secara berkala.

Selain itu, alokasi anggaran pendidikan harus berpihak pada sekolah, bukan proyek semata.

“Tanpa langkah konkret, peringkat nasional Kepri akan terus stagnan, dan generasi muda akan terus tertinggal secara kualitas pengetahun,” katanya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan pusat agar serius menata pendidikan menengah di wilayah kepulauan strategis ini.

Sehingga generasi muda Kepri dapat bersaing setara dengan siswa di provinsi lain. (*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved