Rabu, 29 April 2026

KESBANGPOL KEPRI

Wakil Gubernur Kepri Buka Rembuk Pancasila Seri ke-4 di UNRIKA Batam

Badan Kesbangpol Provinsi Kepri kembali menggelar kegiatan Rembuk Pancasila Seri ke- 4 di Kampus UNRIKA Batam, Selasa (10/2/2026).

TribunBatam.id/Istimewa
BAKESBANGPOL KEPRI - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau (Bakesbangpol Kepri) kembali menggelar kegiatan Rembuk Pancasila Seri ke-4 di Kampus UNRIKA Batam, Selasa (10/2/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Kesbangpol Provinsi Kepri Kembali menggelar kegiatan Rembuk Pancasila Seri ke-4 yang yang dilaksanakan di Kampus Unrika Batam pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2026. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura.

Kegiatan yang ditaja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepri menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga ideologi bangsa.

Rembuk Pancasila seri ke-4 dengan mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Upaya Mencegah Paham Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme, dan Intoleransi di Provinsi Kepulauan Riau.”

Dalam sambutannya, Wagub Kepri menegaskan bahwa Kepri memiliki posisi geografis yang sangat strategis sekaligus rentan terhadap masuknya berbagai pengaruh global, termasuk paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila.

Dalam pemaparannya, Provinsi Kepri adalah provinsi kepulauan dengan wilayah perbatasan yang luas yang terdiri dari 2.028 Pulau, 394 pulau berpenghuni, 22 Pulau terluar, yang terdiri terdiri dari 5 kabupaten dan 2 kota, dengan 417desa/kelurahan.

Provinsi Kepri berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, serta negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Jalur internasional seperti Selat Malaka dan Selat Singapura dilalui puluhan ribu kapal setiap tahun. Ini tantangan besar yang harus kita sikapi dengan kesiapan ideologi,” ujar Nyanyang Haris Pratamura dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Kamis (12/2/2026).

Wagub Kepri menyampaikan, dengan jumlah penduduk lebih dari 2,3 juta jiwa yang tersebar di ratusan pulau, penguatan sumber daya manusia—terutama generasi muda—menjadi kunci utama menjaga keutuhan bangsa.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan manusia.

Kebijakan SMA gratis serta dukungan akses pendidikan di wilayah pulau-pulau menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Indeks Pembangunan Manusia Kepri berada di peringkat atas nasional. Ini modal besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai Pancasila agar generasi muda tidak mudah terpapar paham radikal dan intoleran,” katanya.

Nyanyang Haris Pratamura juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya memahami, tetapi mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sila keempat dan kelima yang menekankan musyawarah, keadilan, dan persatuan dalam keberagaman.  

Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran yang sangat vital sebagai agen perubahan, penjaga nilai-nilai kebangsaan, dan garda terdepan dalam menangkal paham-paham yang menyimpang.

Di era digital saat ini, arus informasi begitu cepat dan tidak jarang disusupi oleh narasi provokatif, ujaran kebencian, dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved