Jumat, 15 Mei 2026

HONORER PEMKO BATAM DIHAJAR ISTRI POLISI

Honorer Pemko Batam yang Dianiaya Oknum Ibu Bhayangkari Ternyata Miss Earth Kepri

Kasus penganiayaan yang dialami honorer Pemko Batam oleh oknum Ibu Bhayangkari, sita perhatian publik. KP dikenal Miss Earth Kepri 2019

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tangkap layar Instagram korban
BUKTI - Tangkap layar medsos korban KP--honorer Pemko Batam yang memposting bukti laporan polisi atas insiden dugaan penganiayaan yang dialaminya, Rabu (10/9/2025) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Viral di media sosial dugaan penganiayaan oleh oknum ibu Bhayangkari--FB terhadap honorer Pemko Batam, KP (24), di depan Alun-alun Engku Putri Batam Center, Rabu (10/9/2025). 

Dalam video yang beredar luas, keduanya terlihat saling tarik-menarik, rambut KP dijambak. Sejumlah pegawai Pemko Batam sempat berusaha melerai keduanya. 

Kasus ini langsung menyita perhatian publik, karena korban bukan sosok biasa. KP atau yang akrab disapa Cilla, dikenal sebagai Miss Earth Kepri 2019 sekaligus aktivis muda yang kerap tampil sebagai Duta Lingkungan. 

Selain bekerja sebagai honorer di Pemko Batam, ia juga dipercaya menjadi brand ambassador program kelestarian laut.

Ya, sosok KP bukan hanya honorer Pemko Batam. Pada 2019, ia dinobatkan sebagai Miss Earth Kepri, ajang yang menekankan kampanye peduli lingkungan.

Sosoknya sering muncul dalam berbagai kegiatan sosial dan edukasi lingkungan, khususnya terkait laut dan pesisir.

Kini, kasus penganiayaan yang menimpa dirinya menyita perhatian publik Batam.

Kejadian itu bermula saat dua orang tak dikenal mendatangi ruang kerja KP di Kantor Pemko Batam sekitar pukul 09.56 WIB, Rabu.

Mereka meminta korban keluar karena ada seseorang yang menunggunya.

“Saat tiba di Alun-alun, pelaku langsung memaki saya. Saya diam saja, tapi tiba-tiba rambut saya dijambak, saya didorong, bahkan diseret hingga jatuh,” ungkap KP kepada TribunBatam.id, Kamis (11/9/2025).

Korban yang saat itu mengenakan seragam hitam-putih sempat ditolong rekan kerjanya. Namun, pelaku berinisial FB yang diketahui istri seorang polisi aktif di Polda Kepri, terus melancarkan serangan.

Rambut KP tercabut, tubuhnya memar, hingga ia akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Batam Kota.

KP menduga, kekerasan ini dipicu masalah rumah tangga pelaku yang pernah mencuat pada 2022. 

Saat itu, suami pelaku sempat meminta bantuan KP untuk mengungkap adanya kejanggalan dalam rumah tangganya.

“Sejak saya bicara jujur kepada suaminya, pelaku sering mencari saya, memaki, bahkan mengancam. Termasuk ancaman yang membawa-bawa nama institusi polisi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved