Kamis, 16 April 2026

RIBUT TAKSI ONLINE VS KONVENSIONAL

Driver Taksi Online dan Konvensional Bersitegang Lagi di Pelabuhan Punggur Batam

Ketegangan antara sopir taksi konvensional dan driver online terjadi lagi di Pelabuhan Telaga Punggur, Minggu (14/9). Ini kata kedua pihak

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Istimewa untuk Tribun Batam
RIBUT DI PELABUHAN PUNGGUR - Driver online datangi Pelabuhan Telaga Punggur Batam buntut adanya sopir taksi konvensional minta turunkan penumpang yang dijemput driver taksi online dari lantai 3 Pelabuhan Punggur, Minggu (14/9/2025). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketegangan antara sopir taksi konvensional dan driver taksi online kembali terjadi di Pelabuhan Telaga Punggur Batam, Minggu (14/9/2025). 

Insiden ini bermula dari aksi seorang driver Maxim yang menjemput penumpang di lobi lantai tiga pelabuhan.

Dalam sebuah video yang beredar, tampak seorang pria berbaju merah menghentikan mobil hitam milik seorang driver online berinisial BI.

"Kamu tidak bisa jemput di sini sesuai perjanjian, kecuali sudah ada izin," ujar sopir taksi pangkalan itu.

Lalu, mobil dengan stiker Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam itu menyalakan sinyal SOS kepada rekan sesama driver di Batam.

Tak lama kemudian, masa dari Komando datang ke Pelabuhan Telaga Punggur.

Dimintai tanggapannya, Ketua Taksi Konvensional Telaga Punggur, Abdul Wahab, mengatakan terkait kejadian itu pihaknya hanya melakukan teguran. 

Menurutnya lokasi lantai tiga merupakan zona terlarang berdasarkan kesepakatan bersama yang bernotaris.

"Tidak ada tindak kekerasan, gak ada persekusi. Kami hanya tegur, supaya jangan ambil penumpang di lantai tiga. Tapi dia ngotot bilang tidak ada larangan," ujar Wahab.

Menurutnya, sang driver tidak terima ditegur, lalu memanggil rekan-rekan sesama driver online ke pelabuhan.

Informasi dari sopir taksi konvensional, driver Maxim tersebut lalu menurunkan penumpang dan memindahkannya ke mobil lain sesama driver online untuk diantarkan ke tujuan.

"Drivernya itu kami bawa, yang bersangkutan ga terima dan tetap ingin meributkan dengan bapak taksi konvensional, dia nyalain SOS. Jadi bapak yang menegur dari taksi konvensional ini sudah berumur, jadinya takut didatangi ramai-ramai," kata Wahab lagi.

Menghindari situasi yang semakin memanas, pihak taksi pangkalan kemudian datang ke Polda Kepri untuk melaporkan hal ini.

"Kami gak mau ribut, kami ingin ketenangan. Kami melapor ke SPKT Polda Kepri, karena sudah keberlanjutan berkali-kali, yang dilaporkan Komando," ujarnya.

Sejauh ini harapan dari sopir taksi pangkalan, yaitu adanya penegakan hukum secara tegas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved