Sabtu, 25 April 2026

SDN 010 Sagulung Jadi Tuan Rumah Pentas Seni Pendidikan Agama Islam di Batam 2025

SDN 010 Sagulung Batam dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pentas Seni Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kota Batam 2025

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Istimewa
PENTAS PAI - Kabid Pembinaan SD Disdik Batam Yusal saat menyerahkan piala bergilir kepada ketua Panitia kegiatan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilaksanakan di SDN 010, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (21/9/2025). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Kecamatan Sagulung, Kota Batam dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pentas Seni Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kota Batam tahun 2025. 

Ajang ini diikuti 120 peserta dari 11 kecamatan se-Batam dengan mempertandingkan enam cabang lomba.

Adapun cabang yang diperlombakan meliputi tilawah Al-Qur’an putra-putri, lomba azan, lomba baca Al-Qur’an putra-putri, pidato agama Islam, serta cerdas cermat Al-Qur’an.

Ketua Panitia, Lianda Gustian, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat sekaligus memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.

“Pentas seni ini juga ajang silaturahmi antar peserta dan guru PAI. Kami berharap melalui kegiatan ini lahir generasi berkarakter, berbudaya, dan berakhlakul karimah,” ujar Gustian, Minggu (21/9/2025).

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Bagus Budi Darmawan, menekankan pentingnya evaluasi pembelajaran melalui pentas seni ini. 

Ia juga menyinggung transformasi pendidikan menuju era digital, serta penerapan kurikulum berbasis cinta.

“Indikator kurikulum berbasis cinta itu jelas tidak ada bullying di sekolah, tidak ada kelompok-kelompok yang saling memisahkan, dan setiap individu memiliki empati,” kata Budi.

“Kami minta madrasah melatih siswa bagaimana menemani temannya yang duduk sendiri, bahkan sampai berbagi makanan. Itu wujud nyata empati,” sambungnya.

Selain itu, Budi juga menyoroti pentingnya pendidikan ekoteologi atau kecintaan terhadap alam.

“Anak-anak harus diajarkan mencintai pohon dan bunga, bukan merusak. Di Batam, kepedulian terhadap lingkungan menjadi sangat penting,” katanya.

Selain itu, Budi juga mengungkap kondisi guru PAI di Batam. Dari total 852 guru PAI, sebanyak 192 sedang menjalani PPG (Pendidikan Profesi Guru), sedangkan 121 guru lainnya belum bisa mengikuti.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Batam yang sudah mendukung. Mudah-mudahan ke depan seluruh guru bisa meraih kesejahteraan yang lebih baik,” kata Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Yusal, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Batam, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya acara. 

Yusal mengakui jumlah guru PAI di Batam masih sangat kurang.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved