PROGRAM MBG
Usai Viral Temuan Kecoa dalam MBG SMAN 14 Batam, Ini Evaluasi yang Dilakukan Sekolah
Faisal Amri, Kepala SMAN 14 Batam bicara soal evaluasi yang dilakukan pihak sekolah usai viral temuan kecoak di MBG seorang siswa, Kamis (18/9) lalu.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id – Pihak SMA Negeri 14 Batam melakukan evaluasi, usai viral temuan seekor kecoak dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima seorang siswanya pada Kamis (18/9/2025) lalu.
Ditemui Tribunbatam.id, Senin (22/9/2025) di sekolah yang berlokasi di Tanjung Sengkuang, Batu Ampar ini, Kepala Sekolah SMAN 14 Batam, Faisal Amri terlihat meninjau langsung ompreng menu MBG di sekolahnya.
Sementara itu, para siswa tampak bergantian mengambil MBG dan mengembalikan ompreng yang telah disantap. Ompreng MBG ditumpuk di atas panggung sanggar.
Beberapa guru tampak aktif menata dan mengarahkan siswa agar teratur mengembalikan ompreng dalam susunannya.
Menindaklanjuti kejadian viral, Faisal memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG di SMAN 14 Batam, termasuk melibatkan pihak Danramil.
Jika sebelumnya pengantaran MBG ke SMAN 14 Batam tiba pukul 09.00 WIB, mulai hari ini MBG untuk siswa datang lebih pagi sekira pukul 08.00 WIB.
“Mulai hari ini pengantaran makanan dijadwalkan lebih pagi agar bisa langsung dibagikan. Kami juga menyiapkan meja khusus untuk wadah makanan supaya tidak langsung diletakkan di lantai,” ungkap Faisal.
Selain itu, sekolah juga menyusun prosedur tetap pelaporan terkait MBG. Siswa maupun guru diminta segera melapor jika ada masalah pada makanan, agar sekolah dapat langsung menindaklanjutinya ke pihak penyedia.
“Bagi kami, kejadian ini jadi bahan evaluasi. Kami tidak mencari siapa yang salah, tapi bagaimana memperbaiki layanan makanan bergizi gratis agar aman dan layak dikonsumsi seluruh siswa,” tegas Faisal.
Sebelumnya, Faisal mengaku baru mengetahui insiden temuan kecoak di MBG sekolahnya (ada juga yang menyebut jangkrik), dua hari kemudian, Sabtu (20/9/2025), setelah mendapat laporan dari para guru.
Menurutnya, keterlambatan informasi ini membuat pihak sekolah tidak bisa langsung melakukan penelusuran sejak awal.
“Peristiwanya Kamis, tapi saya baru dapat laporan Sabtu. Jadi agak terlambat bagi kami untuk menindaklanjuti secara cepat,” ujar Faisal.
Meski begitu, pihak sekolah tidak mempermasalahkan sikap orang tua siswa yang lebih dulu melaporkan temuan itu ke media massa.
“Bagi saya, orang tua wajar bersikap demikian. Itu bentuk kepedulian mereka terhadap anaknya. Hanya saja, ke depan kami berharap siswa atau guru bisa langsung melapor ke sekolah agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia menegaskan, sejak awal program MBG masuk ke SMA Negeri 14 pada Senin (15/9/2025), sekolah sudah menyiapkan mekanisme pengawasan.
| Kepala BGN Tanggapi Protes Guru yang Bandingkan Gaji Mereka Dengan Pencuci Ompreng |
|
|---|
| Diduga Keracunan Ayam Panggang, Belasan Siswa SD As Syifa Alami Mual dan Muntah |
|
|---|
| Polsek Daik Lingga Kawal Distribusi 1.554 Porsi Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Akhirnya Kepala BGN Bantah Harga Motor Listrik MBG Rp58 Juta, yang Benar itu Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| Menteri Purbaya Sebut Presiden Prabowo Tak Tau Ada Anggaran Motor Untuk MBG, Kemenkeu Kecolongan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kepala-Sekolah-SMA-Negeri-14-Batam-Faisal-Amri-ketika-menata-ompreng-MBG.jpg)