Jumat, 24 April 2026

PEMKO BATAM

Jadi Pembicara di Forum Internasional, Amsakar Paparkan Strategi Pembangunan Batam

Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, mendapat kehormatan menjadi pembicara dalam Japan-Indonesia Local Administration Semin

Diskominfo
JADI PEMBICARA - Wali Kota Batam sekaligus kepala BP Batam, Amsakar Achmad saat memaparkan materi mengenai strategi pembangunan Kota Batam di Japan-Indonesia Local Administration Seminar 2025 yang digelar di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Kamis (25/9/2025). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Walikota Batam, sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, mendapat kehormatan menjadi pembicara dalam Japan-Indonesia Local Administration Seminar 2025 yang digelar di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Seminar yang merupakan kerja sama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Ministry of Internal Affairs and Communication (MIC) Jepang ini mengangkat tema “Strengthening Local Finance and Regional-Owned Enterprise for Economic Growth in the Regions”. 

Tujuannya, menggali inovasi pengelolaan keuangan daerah dan penguatan BUMD guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam paparannya berjudul Strategi untuk Mendukung Pembangunan Daerah, Amsakar menyoroti potensi Batam sebagai kawasan strategis nasional. 

Kota ini memiliki luas 1.034,732 km/2, dengan 454 pulau, sekaligus ditetapkan pemerintah pusat sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

“Dengan letak yang strategis, Batam menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional."

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2024 bahkan mencapai 6,69 persen, melampaui capaian Provinsi Kepulauan Riau (5,02 persen) maupun nasional (5,03 persen),” ungkap Amsakar.

Selain ekonomi, sektor pariwisata juga menjadi andalan. Tahun 2024, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam menembus 1,32 juta orang, menempatkan Batam sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia sekaligus motor penggerak ekonomi lokal.

Amsakar menambahkan, kontribusi pajak daerah menjadi pilar penting dalam menopang pembangunan. 

Empat sektor terbesar penyumbang PAD Batam berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), PBB-P2, BPHTB, dan pajak reklame.

“Semua capaian ini menjadi modal kuat bagi Batam untuk terus melangkah maju. Kami optimistis Batam dapat menjadi pusat investasi dan pariwisata unggulan di Asia Tenggara,” tegasnya.

Amsakar juga menegaskan Batam  berkomitmen mengadopsi tata kelola inklusif, efisien, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakatnya.

Seminar ini tidak hanya menghadirkan Amsakar, tetapi juga para pakar dan praktisi dari Indonesia maupun Jepang. 

Para narasumber berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik penguatan keuangan daerah dan pengelolaan BUMD yang adaptif dan berbasis hasil (result-based governance).

Melalui forum internasional ini, diharapkan lahir gagasan strategis yang bisa memperkuat transformasi pembangunan daerah.

( tribunbatam.id/ian sitanggang )

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved