Kamis, 23 April 2026

GAS 3 KG DI BATAM

Gas 3 Kg Langka di Batu Aji Batam, Tumbur Hutasoit Minta Disperindag Awasi Pangkalan

Anggota Komisi I DPRD Batam Tumbur Hutasoit minta Disperindag dan Pertamina awasi pangkalan gas elpiji 3 kg terkait keluhan warga langkanya gas 3 kg

|
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
ANGGOTA DPRD - Foto Anggota DPRD Batam, Tumbur Hutasoit. Tumbur minta Disperindag Batam dan Pertamina lakukan pengawasan pangkalan gas elpiji 3 kg. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Tumbur Hutasoit minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam dan Pertamina melakukan pengawasan pangkalan gas elpiji bersubsidi.

Hal ini terkait keluhan warga Batam susahnya mencari gas elpiji 3 kg, khususnya bagi mereka yang tinggal di Kecamatan Batu Aji. 

Tumbur mengatakan fakta yang terjadi di wilayah Batu Aji, saat ini masih ada pelaku usaha seperti restoran dan kafe yang masih kucing-kucingan menggunakan gas 3 kg.

"Yang menjadi pertanyaan bagi kita, dari mana mereka mendapatkan gas 3 kilogram. Ini harus diawasi!," kata Tumbur, Selasa (30/9/2025).

Politisi Partai Hanura itu tidak menyalahkan para pelaku usaha restoran dan kafe yang masih menggunakan gas melon.

"Namanya juga berusaha, kalau bisa menekan biaya semakin rendah kenapa tidak? Yang perlu dipertanyakan adalah penyalurnya," ujarnya.

Tumbur mengatakan tidak mungkin pemilik restoran menggunakan gas 3 kilogram kalau tidak ada pangkalan yang menyalurkannya.

"Kita minta Pertamina dan Disperindag agar melakukan pengawasan langsung, terhadap pangkalan penyalur gas melon, agar penyalurannya tepat sasaran," kata Tumbur.

Ia melanjutkan, di tengah menjamurnya para pelaku UMKM di semua titik di Batam, harus menjadi bahan masukan bagi Disperindag dan Pertamina untuk menambah kuota pangkalan gas di daerah tertentu yang memang kebutuhannya banyak.

Di tempat terpisah, Kepala Pertamina Batam Hanif mengatakan untuk saat ini penyaluran gas melon dari agen ke pangkalan tidak ada masalah. Kuota setiap pangkalan juga tidak ada pengurangan distribusi dari agen.

"Kita saat ini sedang melakukan peninjauan terhadap beberapa pangkalan di daerah tertentu yang kebutuhannya mengalami peningkatan dari biasanya," kata Hanif.

Pangkalan yang mengalami peningkatan konsumsi, dikarenakan pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut.

"Kami akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan pangkalan, dan melakukan pengawasan agar penyaluran gas melon tepat sasaran," kata Hanif. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved