Polda Kepri
Tindak Kriminal di Batam Turun, Polda Kepri Tetap Waspada di Wilayah Rawan
Batuaji dan Sagulung masih masuk kategori rawan tindak kriminal menurut data Polda Kepri.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Angka tindak pidana di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat menurun dalam tiga bulan terakhir.
Namun, polisi tetap menyoroti sejumlah wilayah rawan di Batam yang masih menjadi perhatian khusus.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri mencatat penurunan terjadi pada kasus-kasus menonjol seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga penipuan.
“Untuk data detail saya tidak pegang saat ini, tapi kasus menonjol seperti curat, curas, dan penipuan tercatat menurun dalam tiga bulan terakhir,” ujar Direskrimum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana, Jumat (3/10/2025).
Meski menunjukkan penurunan, Polda Kepri menegaskan potensi tindak pidana tetap ada.
Ade menyebut kasus narkoba, kejahatan umum, hingga kejahatan khusus masih ditangani secara intensif oleh aparat.
“Keluhan masyarakat terhadap kamtibmas juga menurun. Namun, ada wilayah yang tetap kami anggap rawan, khususnya di Batam,” katanya.
Ade mencontohkan, wilayah Batuaji dan Sagulung masih masuk kategori rawan tindak kriminal.
Karena itu, polisi meningkatkan patroli, baik dari satuan samapta maupun reserse, untuk mencegah kejahatan jalanan.
Untuk memperkuat pelayanan, Polda Kepri mengoptimalkan Hotline 110.
Layanan ini memastikan setiap laporan masyarakat langsung diteruskan ke polres dan polsek terdekat.
“Begitu ada gangguan kamtibnas, operator akan mengarahkan petugas ke posisi pelapor. Kami pastikan laporan masyarakat tidak diabaikan,” tegas Ade.
Selain patroli rutin, Polda juga menggelar operasi preventif di titik rawan kejahatan. Upaya ini, menurut Ade, berhasil menekan angka kriminalitas dan meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.
Ia menegaskan stabilitas keamanan merupakan faktor vital, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi iklim investasi.
“Batam ini pusat pertumbuhan ekonomi Kepri. Keamanan yang kondusif akan membuat investor merasa aman beraktivitas di sini,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.
“Keberhasilan menekan angka kejahatan tidak bisa hanya bergantung pada polisi. Dukungan masyarakat sangat penting agar Kepri tetap aman dan kondusif,” pungkas Ade. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)
| Baharkam Polri Datangi Polda Kepri, Atensi Pengamanan Perairan Selat Malaka |
|
|---|
| Cukup Scan QR, 15 Aduan Kejahatan Polisi Masuk ke Propam Kepri, Kebanyakan Kasus Asusila |
|
|---|
| Kapolda Hingga PJU Jalani Tes Urine, Propam Tegaskan Komitmen Bersihkan Internal Dari Narkoba |
|
|---|
| Whip Pink Viral di Medsos, Polda Kepri Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan, Sebut Belum Ada Penindakan |
|
|---|
| Polda Kepri Belum Punya Direktorat PPA-PPO, Kabid Humas: Sudah Pengajuan dan Bentuk Pokja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Dirkrimum-Polda-Kepri-Kombes-Ade-Mulyana.jpg)