Sabtu, 11 April 2026

Batam Terkini

Disparbud Gandeng Heritage Malang, Lahirkan Kampung Pariwisata Madani

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam menggelar Sosialisasi Kampung Pariwisata Madani bersama Gerakan Masyarakat Madani (GMM) Ko

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Eko Setiawan
Ian Sitanggang
SOSIALISASI - Wali kota Batam Amsakar Achmad saat memberikan pengarahan dalam sosialisasi Kampung pariwisata Madani di Hotel Pasific Place, Jodoh Nagoya, Rabu (8/10/2025). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam menggelar Sosialisasi Kampung Pariwisata Madani bersama Gerakan Masyarakat Madani (GMM) Kota Batam. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari pengelola Kayu Tangan Heritage Malang, Ibu Mila, dan berlangsung di Hotel Pasific Place Jodoh, Rabu (8/10/2025).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kolaborasi antara Disparbud dan GMM. 

Ardiwinata mengatakan, sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan konsep dan pemetaan awal kampung-kampung di Batam yang akan dijadikan Kampung Pariwisata Madani.

“Hari ini kita menghadirkan narasumber dari Kayu Tangan Heritage Malang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diharapkan dapat memberi masukan berharga bagi GMM dalam memetakan kawasan yang potensial dikembangkan sebagai kampung pariwisata Madani,” kata Ardi.

Ditempat yang sama Ketua Harian GMM, Zulkipli, menilai konsep Kampung Madani sangat relevan bagi Batam yang menjadi salah satu destinasi wisata internasional.

Zulkipli menyebut, pembangunan Kampung Madani tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kemadaniannya.

“GMM ini memiliki kekuatan moral untuk menyadarkan masyarakat akan nilai-nilai Madani. Soal perangkat kerasnya, tentu menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Zulkipli juga menegaskan bahwa Batam sudah lama memiliki fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat Madani, terutama dalam hal kerukunan umat beragama.

“Batam ini memiliki indeks kerukunan beragama tertinggi di Indonesia. Dari masjid hingga gereja semua tertata baik, dan itu bukti nyata nilai Madani sudah hidup di masyarakat,” kata Zulkipli.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan konsep Kampung Pariwisata Madani tidak boleh berhenti di tataran gagasan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan tatanan sosial masyarakat.

“Kalau kita bicara masyarakat Madani, itu berarti kita sedang berbicara tentang seperangkat sistem nilai. Nilai itu harus hidup, mendarah daging di sanubari warga. Ketika sudah menjadi bagian dari perilaku, barulah ia disebut budaya,” kata Amsakar.

Amsakar juga mengingatkan agar penetapan Kampung Madani dilakukan dengan selektif.

Amsakar mencontohkan, kampung yang ingin dijadikan percontohan harus benar-benar menunjukkan nilai-nilai kemadaniannya, baik dalam kebersihan lingkungan, kerukunan, maupun ketaatan beribadah.

“Jangan sampai kita tunjuk satu kampung, tapi kenyataannya masih banyak sampah berserakan dan rumah ibadah sepi jamaah. Kampung Madani harus menjadi contoh nyata, bukan hanya nama,” tegas Amsakar.(Ian)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved