Rabu, 22 April 2026

WARGA PULAU DATANGI POLSEK BULANG

Breaking News, Warga Pulau Bulang Lintang Batam Datangi Kantor Polisi terkait Bansos

Puluhan warga Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Batam, mendatangi Polsek Bulang, untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan bantuan sosial

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
WARGA PULAU BULANG LINTANG - Belasan warga Pulau Bulang Lintang datangi Polsek Bulang buat laporan terkait agen penyalur program bantuan, Senin (12/1/2026). Warga mengaku terdaftar sebagai penerima bantuan, tapi tidak pernah menerima kartu dan hak mereka secara utuh. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Puluhan warga Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendatangi Polsek Bulang, untuk melaporkan dugaan penyelewengan penyaluran bantuan sosial, Senin (12/1/2026).

Warga mengaku selama bertahun-tahun terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra, hingga bantuan beras Bulog. Namun tidak pernah menerima hak mereka secara utuh.

Rombongan warga tiba di Polsek Bulang sekitar pukul 09.00 WIB dan diterima langsung oleh anggota kepolisian. 

Kedatangan mereka bertujuan melaporkan dugaan ketidaktransparanan agen penyalur bantuan di kelurahan setempat.

Seorang warga, Zam Jibar, mengungkapkan dirinya telah lama terdaftar sebagai penerima manfaat berbagai program bantuan sosial, namun tidak pernah menerima kartu PKH maupun kartu rekening bantuan.

“Kami baru tahu kalau kami penerima manfaat setelah ke kantor camat. Di data kecamatan jelas terdaftar, bahkan tercatat uangnya selalu ditarik. Tapi kami tidak pernah menerima,” ujar Zam.

Zam menambahkan, sejak era Wali Kota Batam sebelumnya hingga saat ini, warga penerima manfaat di Pulau Bulang Lintang tidak pernah memegang kartu PKH. 

Kartu tersebut justru dipegang oleh agen yang ditunjuk untuk melakukan pencairan bantuan.

“Selama ini kami hanya dikasih uang, itu pun tanpa tahu berapa nominal sebenarnya dari pemerintah. Kalau tanya, agennya malah marah-marah,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Siti Aisyah, penerima manfaat bantuan pangan Bulog. 

Aisyah menyebut penyaluran bantuan di wilayahnya sangat tidak adil dan tidak transparan.

“Di tempat kami hanya satu agen yang mengelola seluruh bantuan pemerintah. Tapi banyak bantuan yang tidak disalurkan ke warga,” kata Aisyah.

Ia mengatakan, pada tahun 2025 bantuan Bulog seharusnya disalurkan dua kali. Namun dirinya hanya menerima satu kali bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

“Penyaluran kedua kami tidak dapat. Waktu ditanya, agen bilang bantuan sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Aisyah juga mengungkapkan berdasarkan data kelurahan, jumlah penerima bantuan Bulog di Kelurahan Bulang mencapai 305 orang. Namun dalam praktiknya, bantuan hanya dibagikan kepada sekitar 135 orang.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved