DEMO AIR DI BATAM
Staf DPRD Batam Terpaksa Numpang Toilet dan Salat, Imbas Meteran Air Disegel Warga
Staf DPRD Batam rasakan dampak usai meteran air DPRD Batam disegel warga saat demo air. Sebagian terpaksa numpang salat dan toilet ke tempat lain
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Pasokan air di Kantor DPRD Batam belum kembali mengalir setelah meteran air disegel warga Tanjung Sengkuang
- Kondisi ini membuat aktivitas staf terganggu, termasuk untuk keperluan toilet dan ibadah
- Sejumlah staf terpaksa menumpang ke Masjid Agung Raja Hamidah dan instansi terdekat untuk BAK dan salat.
- Hingga Kamis sore, belum ada pihak yang berani membuka segel dan belum ada pernyataan resmi dari DPRD Batam
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pasca penyegelan meteran air di Kantor DPRD Kota Batam oleh warga Tanjung Sengkuang, pasokan air bersih di lingkungan kantor dewan belum kembali mengalir hingga Kamis (22/1/2026) sore.
Kondisi tersebut mulai dirasakan langsung oleh sejumlah staf dan pekerja yang beraktivitas di area DPRD Batam.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk beribadah dan menggunakan toilet, mereka terpaksa mencari alternatif ke instansi terdekat.
Beberapa staf diketahui mendatangi Masjid Agung Raja Hamidah untuk melaksanakan salat sekaligus menggunakan fasilitas toilet.
Seorang staf DPRD Batam mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada pihak yang berani membuka segel meteran air yang dipasang massa aksi.
"Penyegelan tadi kan juga ada anggota dewan, makanya enggak berani juga untuk membuka," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, keterbatasan air membuat aktivitas di kantor menjadi tidak nyaman.
Untuk buang air kecil (BAK), sebagian staf memilih berjalan ke masjid sambil melaksanakan Salat Zuhur dan Ashar.
"Kalau salat atau ke toilet datang ke masjid lah. Ada tadi juga yang ke Pemko," ujarnya.
Kondisi toilet di lingkungan DPRD pun mulai dikeluhkan.
Salah satu toilet dilaporkan belum dapat disiram air, sehingga bekas penggunaan sebelumnya masih terlihat karena tidak tersedianya air.
Diberitakan sebelumnya, warga Tanjung Sengkuang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Batam dan DPRD Kota Batam akibat krisis air bersih yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Dalam aksi tersebut, warga menyegel meteran air di Kantor DPRD Batam sebagai bentuk protes simbolik agar para pemangku kebijakan turut merasakan dampak matinya pasokan air.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Batam terkait langkah yang akan diambil menyusul penyegelan meteran air tersebut. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
demo air di Batam
Demo Air Bersih di Batam
Batam Krisis Air
Krisis air bersih
breaking news batam hari ini
breaking news
TribunBreakingNews
Batam
| Perintah Kepala BP Batam ke PT Moya Soal Air Bersih: Jangan Ada Eskalasi Lagi |
|
|---|
| Curhat Warga Tanjung Sengkuang Batam Keluhkan Air Bersih, Kapolresta Barelang Janji Kawal |
|
|---|
| Ujaran Kebencian Marak Usai Demo Air BP Batam, 31 Akun Medsos Dapat Peringatan Polisi |
|
|---|
| Video Kepala BP Batam Emosi Hadapi Warga Demo Air Viral, Amsakar Akhirnya Buka Suara |
|
|---|
| Kepala Ombudsman Kepri Kaget Lihat Video Amsakar Emosi Hadapi Warga Demo Soal Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kran-mati-dprd.jpg)