Kamis, 30 April 2026

DEMO AIR DI BATAM

Kepala Ombudsman Kepri Kaget Lihat Video Amsakar Emosi Hadapi Warga Demo Soal Air

Kepala Ombudsman Kepri Lagat Parroha Patar Siadari, mengaku terkejut melihat video Amsakar yang viral saat hadapi warga Sengkuang demo soal air

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id
BERI TANGGAPAN - Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri Lagat Parroha Patar Siadari saat memberikan komentar mengenai persoalan air di Batam, Selasa (27/1/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Lagat Parroha Patar Siadari, mengaku terkejut melihat video viral yang memperlihatkan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, terpancing emosi saat menghadapi warga Tanjung Sengkuang, dalam aksi unjuk rasa soal air di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026).

Menurut Lagat, sikap itu cukup mengejutkan. Karena selama ini ia mengenal Amsakar sebagai sosok yang tenang, ramah, dan tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi masyarakat.

“Saya kaget melihat video itu. Sepengetahuan saya, Amsakar bukan orang baru di pemerintahan dan selama ini dalam menghadapi warga, tidak pernah gentar. Bahkan sejak saya mengenal beliau, yang selalu terlihat adalah sikap ramah dan sopan santun,” kata Lagat, Selasa (27/1/2026).

Lagat menilai, kemungkinan ada kondisi tertentu yang memengaruhi emosi Amsakar saat kejadian tersebut.

DEMO AIR - Kepala BP Batam Amsakar Achmad tersulut emosi hadapi warga Tanjung Sengkuang soal air di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026).
DEMO AIR - Kepala BP Batam Amsakar Achmad tersulut emosi hadapi warga Tanjung Sengkuang soal air di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026). (Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)


“Mungkin saat itu kondisi fisik beliau kurang baik, bisa saja belum makan atau sedang lelah. Hal-hal seperti ini manusiawi,” katanya.

Namun demikian, Lagat menegaskan sebagai pejabat publik, seharusnya persoalan seperti ini dapat disikapi secara lebih tenang dan proporsional, apalagi menyangkut aspirasi masyarakat.

“Harusnya memang tidak perlu disikapi secara emosional. Apalagi ini menyangkut pelayanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Terkait persoalan krisis air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang, Lagat mengatakan penanganan darurat seperti pengiriman mobil tangki air memang sudah dilakukan, namun belum bisa disebut sebagai solusi jangka panjang.

“Katanya, sore itu juga sudah langsung jalan pengiriman air ke Tanjung Sengkuang, walaupun belum optimal. Tapi kita akan lihat progresnya nanti. Ombudsman juga akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lagat menyoroti pengiriman air bersih yang tidak berkelanjutan justru menjadi persoalan utama.

“Kalau hari ini kirim 6 tangki, besok 6 lagi, lalu dua hari kemudian kirim lagi, itu artinya tidak kontinu. Kontinuitas pelayanannya tidak kuat. Ini yang jadi masalah dalam pelayanan publik,” tegas Lagat.

Ia mengatakan, Ombudsman Kepri akan melakukan kajian dan penelitian untuk memastikan apakah pelayanan air bersih di wilayah tersebut sudah berjalan sesuai standar pelayanan publik atau belum.

“Kami akan turun ke lokasi dan melihat langsung. Apakah pelayanan benar-benar sudah berjalan, atau hanya bersifat sementara. Karena kebutuhan air ini bukan soal sehari-dua hari, tapi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Lagat.

Pimpinan BP Batam Tersulut Emosi

Sebelumnya diberitakan, Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan wakilnya, Li Claudia tersulit emosi saat berhadapan dengan ratusan warga Tanjung Sengkuang yang melakukan aksi unjukrasa soal air di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved