Kamis, 30 April 2026

Re-ekspor Kontainer Limbah B3 Sudah 49 Unit, 889 Lainnya Masih di Pelabuhan Batu Ampar

Proses re-ekspor kontainer bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar terus berjalan.

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
KONTAINER - Kontainer diduga yang berisi limbah di Pelabuhan Batuampar, Kota Batam akan di re-ekspor 

Ringkasan Berita:
  • Proses re-ekspor kontainer diduga bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau limbah elektronik di Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar terus berjalan
  • Sampai saat ini, permohonan re-ekspor terhadap 49 kontainer telah disetujui, dengan penambahan 21 kontainer, total sudah 25 kontainer sudah berhasil dire-ekspor, ujar Evi
  • 889 kontainer lainnya masih berada di pelabuhan dan terus didorong agar segera diajukan permohonan re-ekspornya

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses re-ekspor kontainer diduga bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau limbah elektronik di Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar terus berjalan.

Perkembangannya, Bea Cukai Batam mencatat 25 kontainer telah berhasil dikeluarkan kembali ke luar negeri atau ke negara asal (AS) per (27/1).

Re-ekspor tambahan dilakukan terhadap 21 kontainer milik PT Logam Internasional Jaya.

Sebelumnya, pada pekan lalu, empat kontainer milik PT Esun Internasional Utama Indonesia lebih dulu dikembalikan ke negara asal.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, mengatakan secara keseluruhan terdapat 914 kontainer yang terindikasi bermuatan limbah B3 dan dimiliki oleh tiga perusahaan.

"Sampai saat ini, permohonan re-ekspor terhadap 49 kontainer telah disetujui, dengan penambahan 21 kontainer, total sudah 25 kontainer sudah berhasil dire-ekspor," ujar Evi dalam siaran persnya, dikutip Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, 889 kontainer lainnya masih berada di pelabuhan dan terus didorong agar segera diajukan permohonan re-ekspornya.

Untuk PT Esun Internasional Utama Indonesia, dari total 386 kontainer, perusahaan telah mengajukan permohonan re-ekspor untuk 19 kontainer.

Sebanyak empat kontainer sudah dire-ekspor, sedangkan 15 kontainer lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Adapun PT Logam Internasional Jaya tercatat memiliki 412 kontainer.

Dari jumlah tersebut, 21 kontainer telah diajukan, disetujui, dan seluruhnya sudah berhasil dire-ekspor.

Sementara PT Batam Battery Recycle Industries yang memiliki 116 kontainer, telah mengajukan permohonan re-ekspor untuk sembilan kontainer.

Permohonan tersebut telah disetujui dan saat ini masih dalam proses pelaksanaan re-ekspor.

Evi menyebut Bea Cukai Batam mengapresiasi perusahaan yang kooperatif dan aktif menindaklanjuti imbauan yang telah disampaikan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved