Re-ekspor Kontainer Limbah B3 Sudah 49 Unit, 889 Lainnya Masih di Pelabuhan Batu Ampar
Proses re-ekspor kontainer bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar terus berjalan.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
Ringkasan Berita:
- Proses re-ekspor kontainer diduga bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau limbah elektronik di Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar terus berjalan
- Sampai saat ini, permohonan re-ekspor terhadap 49 kontainer telah disetujui, dengan penambahan 21 kontainer, total sudah 25 kontainer sudah berhasil dire-ekspor, ujar Evi
- 889 kontainer lainnya masih berada di pelabuhan dan terus didorong agar segera diajukan permohonan re-ekspornya
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses re-ekspor kontainer diduga bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau limbah elektronik di Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar terus berjalan.
Perkembangannya, Bea Cukai Batam mencatat 25 kontainer telah berhasil dikeluarkan kembali ke luar negeri atau ke negara asal (AS) per (27/1).
Re-ekspor tambahan dilakukan terhadap 21 kontainer milik PT Logam Internasional Jaya.
Sebelumnya, pada pekan lalu, empat kontainer milik PT Esun Internasional Utama Indonesia lebih dulu dikembalikan ke negara asal.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, mengatakan secara keseluruhan terdapat 914 kontainer yang terindikasi bermuatan limbah B3 dan dimiliki oleh tiga perusahaan.
"Sampai saat ini, permohonan re-ekspor terhadap 49 kontainer telah disetujui, dengan penambahan 21 kontainer, total sudah 25 kontainer sudah berhasil dire-ekspor," ujar Evi dalam siaran persnya, dikutip Kamis (29/1/2026).
Sementara itu, 889 kontainer lainnya masih berada di pelabuhan dan terus didorong agar segera diajukan permohonan re-ekspornya.
Untuk PT Esun Internasional Utama Indonesia, dari total 386 kontainer, perusahaan telah mengajukan permohonan re-ekspor untuk 19 kontainer.
Sebanyak empat kontainer sudah dire-ekspor, sedangkan 15 kontainer lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Adapun PT Logam Internasional Jaya tercatat memiliki 412 kontainer.
Dari jumlah tersebut, 21 kontainer telah diajukan, disetujui, dan seluruhnya sudah berhasil dire-ekspor.
Sementara PT Batam Battery Recycle Industries yang memiliki 116 kontainer, telah mengajukan permohonan re-ekspor untuk sembilan kontainer.
Permohonan tersebut telah disetujui dan saat ini masih dalam proses pelaksanaan re-ekspor.
Evi menyebut Bea Cukai Batam mengapresiasi perusahaan yang kooperatif dan aktif menindaklanjuti imbauan yang telah disampaikan.
| Thrifting? Sudah Saatnya Batam Beralih ke UMKM Produk Lokal |
|
|---|
| Bea Cukai Batam Selidiki Kasus Penyelundupan 337 HP Ilegal, Sopir Mengaku Muatan Kosong |
|
|---|
| Kronologi Bea Cukai Batam Temukan Ruang Rahasia Berisi 337 Unit Ponsel Ilegal Total Rp3,67 Miliar |
|
|---|
| Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 337 HP Ilegal Total Rp3,7 M, Petugas Bongkar Ruang Rahasia |
|
|---|
| Ratusan Kontainer Limbah Masih Bertahan di Batuampar, Penanganan Terkesan Lambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kontainer-di-Pelabuhan-Batuampar1.jpg)