Breaking News
Senin, 27 April 2026

Warga Melcem Batam Hadang Truk Perusahaan, Emosi Tanah Longsor Ancam Rumah

Puluhan rumah warga di kavling Sei Tering Kelurahan Tanjung Sengkuang Batu Ampar Batam, Jumat (20/2) tertimbun lumpur tanah. 

TribunBatam.id/Beres Lumbantobing
LONGSOR DI BATAM - Puluhan warga Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersitegang dengan pihak perusahaan akibat tanah longsor hingga ke rumah warga, Jumat (20/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kaveling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hadang truk perusahaan, Jumat (20/2/2026).
  • Geram setelah tanah dan bebatuan masuk ke rumah mereka. 
  • Minta perusahaan tanggung jawab, warga dan perwakilan perusahaan sempat bersitegang.

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah warga kaveling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menghadang truk salah satu perusahaan.

Mereka geram setelah tanah serta bebatuan dari aktivitas pemotongan bukit oleh salah satu perusahan berdampak ke hunian mereka.

Tinggi tanah yang longsor itu dilaporkan mencapai lutut kaki orang dewasa.

Beberapa rumah diketahui terjebak dalam lumpur saat kejadian yang berlangsung pada malam hari.

Hingga Jumat (20/2/2026) pagi, warga masih berjibaku membersihkan kondisi rumah yang digenangi tanah lumpur kuning.

"Tahan. Tahan.. hentikan truknya. Tunggu pihak perusahaan dialog dengan kita warga disini, jangan langsung main bersihkan jalan," teriak seorang warga menghadang truk. 

Beberapa warga, didominasi emak-emak turut meminta pekerja perusahaan untuk menghentikan aktivitas pekerjaan di lokasi dan meminta pihak yang bertanggungjawan dapat bertemu warga. 

Suasana di lokasi sempat memanas.

Adu argumen antara warga dengan perwakilan perusahaan tak terelakkan/

"Kami mau pihak perusahaan bertanggungjawab. Jangan kalian seenaknya saja. Warga kami yang jadi korban," ujar ketua RW 7, Siti dengan lantang. 

Warga terus berdatangan, berkumpul di lokasi.

Emosi warga terus meluap-luap. Nada suara ketua RW semakin meninggi, berharap agar pihak yang bertanggungjawab dapat menemui warga.

Bahkan ia mengancam akan membakar mobil truk tersebut. 

"Jika tak ada solusi, kami akan bakar ini truk. Kami warga di sini butuh solusi, warga kami jadi korban," tegasnya. 

Sejumlah perangkat kelurahan hingga kecamatan dan BPBD serta kepolisian turun ke lokasi.

Aparat tersebut berupaya menenangkan emosi warga yang memuncak.

Kedatangan truk dengan belasan pekerja langsung membersihkan jalan dari tumpukan tanah dan batu.

Sementara rumah warga dibiarkan begitu saja. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved