Jumat, 10 April 2026

DISKOMINFO KEPRI

Wagub Kepri: Kendaraan Pemudik dan Sembako Diprioritaskan Keluar dari Batam Jelang Lebaran

Langkah ini diambil merespons tingginya antrean, terutama truk ekspedisi dan kendaraan logistik lainnya yang hendak keluar masuk Batam.

|
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Bereslumbantobing/TribunBatam.id
SIDAK DI PELABUHAN ASDP PUNGGUR - Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura bersama rombongan ketika melakukan sidak di Pelabuhan ASDP Punggur Batam, Rabu (4/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Kepri prioritaskan kendaraan pemudik dan angkutan sembako keluar dari Batam jelang Lebaran
  • Wagub Kepri sebut kebijakan ini mulai berlaku pada H-5 Lebaran Idulfitri
  • Langkah ini respons tingginya antrean kendaraan yang hendak keluar-masuk Batam jelang Lebaran

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Persiapan hadapi puncak arus Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan memprioritaskan kendaraan pemudik dan angkutan logistik, khususnya sembako, untuk penyeberangan keluar dari Batam.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat sidak ke Pelabuhan ASDP Punggur, Rabu (4/3/2026) siang, menegaskan kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada H-5 Lebaran Idulfitri. 

Langkah ini diambil merespons tingginya antrean kendaraan, terutama truk ekspedisi dan kendaraan logistik lainnya yang hendak keluar masuk Batam.

"Pada H-5 nanti, kendaraan yang diprioritaskan adalah pemudik dan angkutan sembako. Ini untuk memastikan masyarakat bisa menyeberang dengan lancar dan kebutuhan pokok tetap terdistribusi,” ungkap Nyanyang didampingi GM ASDP dan Bea Cukai Pelabuhan. 

Untuk teknis pengaturan di lapangan, Pemprov Kepri menyerahkannya kepada pihak ASDP Indonesia Ferry bersama Bea Cukai. Kedua pihak akan mengawal simulasi transportasi serta pengawasan arus kendaraan selama periode mudik.

Menurut Nyanyang, permintaan prioritas bagi kendaraan pemudik juga datang langsung dari masyarakat.

Banyak calon pemudik mengeluhkan panjangnya antrean, akibat tingginya volume kendaraan yang akan keluar pada puncak mudik mendatang. 

“Kami merespons aspirasi masyarakat. Mudik ini momentum tahunan yang harus kita jaga kelancarannya,” katanya.

Persiapan arus mudik, lanjut Nyanyang, telah dibahas bersama berbagai instansi terkait, mulai dari Bea Cukai (BC), KSOP, TNI-Polri, ASDP, hingga Direktorat Kepelabuhanan BP Batam.

Seluruh unsur tergabung dalam Satgas Hari Raya untuk memastikan kesiapan armada, sistem tiket, hingga pengamanan di pelabuhan.

Ia berharap koordinasi lintas instansi ini menjadi tolak ukur perbaikan pelayanan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Nyanyang juga mengungkapkan adanya rencana penambahan armada kapal untuk rute Batam–Tanjung Uban yang nantinya akan beroperasi 24 jam selama periode H-5 hingga H+5 Lebaran.

Sementara untuk rute Batam–Kuala Tungkal, Pemprov meminta tambahan sekitar dua hingga tiga unit kapal. Rute ini dinilai kerap mengalami keterbatasan armada saat lonjakan penumpang terjadi.

“Kalau hari biasa mungkin masih mencukupi, tetapi saat Lebaran terjadi lonjakan signifikan. Kita sudah minta penambahan armada, mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rute Kuala Tungkal membutuhkan kapal berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar karena jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan rute domestik lainnya. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved