Selasa, 19 Mei 2026

PEMKO BATAM

Pemko Batam Matangkan Strategi Pengelolaan Sampah, Hulu Hingga Hilir Lebih Terarah

Pemerintah Kota (Pemko) Batam kian serius membenahi persoalan sampah dengan menyiapkan strategi pengelolaan yang lebih terstruktur, terukur, dan

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
WALIKOTA BATAM - Wali kota Batam, Amsakar Achmad saat memberikan pengarahan pada kegiatan penyampaian laporan akhir kajian optimalisasi pengangkutan sampah di kawasan Jodoh, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (18/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam kian serius membenahi persoalan sampah dengan menyiapkan strategi pengelolaan yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. 

Upaya ini tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan disusun secara komprehensif dari tingkat lingkungan hingga pengolahan akhir.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan penyampaian laporan akhir kajian optimalisasi pengangkutan sampah di kawasan Jodoh, Batuampar, Senin (18/5/2026). 

Kajian ini merupakan hasil kolaborasi dengan Center for Environmental Technology Study (CETS) Universitas Islam Indonesia.

Amsakar menekankan pengelolaan sampah tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan biasa, setiap kebijakan berbasis data dan analisis ilmiah agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif di lapangan.

“Kami ingin ada arah yang jelas dan terukur. Semua kebijakan harus lahir dari kajian yang matang agar tepat sasaran,” kata Amsakar Achmad.

Hasil kajian tersebut akan menjadi landasan penting dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang tengah dibahas bersama DPRD Kota Batam

Regulasi ini diharapkan mampu menjadi payung hukum bagi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.

Pemko Batam sendiri tengah mengkaji berbagai skema strategis.

Mulai dari penguatan peran RT dan RW dalam pengelolaan di tingkat Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Peningkatan efektivitas pengangkutan oleh pemerintah, hingga membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan alur pengelolaan sampah yang utuh dari sumber, pengumpulan, pengangkutan.

Hingga pemrosesan akhir di TPA sehingga persoalan klasik seperti penumpukan dan keterlambatan pengangkutan dapat diminimalkan.

Tak hanya itu, pembenahan juga menyasar sistem retribusi persampahan. 

Amsakar menilai, transparansi dan ketepatan sasaran dalam penarikan iuran menjadi kunci penting keberhasilan pengelolaan sampah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved