Jumat, 10 April 2026

Niat Berobat dari Batam, Perjalanan Penumpang KMP Sembilang Berakhir Duka

Seorang penumpang KMP Sembilang mendadak alami kondisi darurat medis di tengah laut, Selasa (7/4) petang dan dievakuasi Basarnas

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
EVAKUASI PENUMPANG - Tim Basarnas saat melakukan evakuasi terhadap penumpang KMP Sembilang yang mendadak sakit di atas kapal yang bertolak dari Batam menuju Kuala Tungkal Jambi, Selasa (7/4/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang penumpang kapal roro KMP Sembilang mendadak alami kondisi darurat medis di tengah laut, Selasa (7/4/2026) petang. 

Saat itu, KMP Sembilang baru bertolak dari Batam menuju Kuala Tungkal, Jambi. Kejadian ini sontak memicu kepanikan di antara penumpang lainnya.

Menerima laporan kejadian itu, tim Basarnas langsung bergerak menuju perairan, mengevakuasi penumpang untuk dibawa ke rumah sakit. 

Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli membenarkan adanya operasi penyelamatan yang dilakukan tim rescuer Basarnas kemarin sore.

"Iya, benar. Kami melakukan operasi penyelamatan terhadap penumpang kapal roro KMP Sembilang di perairan," ujar Fazzli, Rabu (8/4/2026).

Operasi penyelamatan dilakukan bermula saat pihaknya menerima laporan dari Kapten KMP Sembilang terkait kondisi darurat ke Basarnas Tanjungpinang pada pukul 18.40 WIB.

Setelah menerima laporan itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang langsung bergerak cepat. 

Sebanyak 8 personel rescuer diberangkatkan menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB) pada pukul 18.55 WIB menuju posisi kapal yang berjarak sekitar 9 mil laut.

Sementara itu, koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk KSOP dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang, untuk menyiapkan penanganan medis lanjutan di darat.

Di atas kapal, suasana mencekam menyelimuti penumpang. Sebagian hanya bisa menyaksikan proses penanganan darurat, berharap korban segera mendapatkan pertolongan.

Tim SAR akhirnya tiba dan merapat ke KMP Sembilang pada pukul 19.35 WIB. Proses evakuasi langsung dilakukan di tengah laut.

Namun dari pemeriksaan awal di atas kapal, korban diketahui telah mengalami henti napas dan henti jantung.

Meski begitu, tim tetap melakukan evakuasi cepat. Pada pukul 19.55 WIB, korban berhasil dipindahkan ke perahu penyelamat untuk segera dibawa ke daratan.

Tim evakuasi tiba di Pelabuhan Pelantar 1 Tanjungpinang pada pukul 20.15 WIB. Korban langsung dilarikan menggunakan ambulans ke RUMKITAL Dr Midiyato Tanjungpinang.

Namun setelah melalui pemeriksaan medis menyeluruh, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit sekitar pukul 20.30 WIB.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved