Jumat, 17 April 2026

Polisi Tewas di Asrama Polda Kepri

Polisi di Batam Tewas Dianiaya Senior, PBB Desak Transparansi Kematian Bripda Natanael

PBB Kepri kecam segala bentuk kekerasan di lingkungan internal Polri. Hal ini terkait kematian Bripda Natanael Simanungkalit anggota Polda Kepri

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
SIKAP PBB - Sekretaris DPD PBB Kepri, Jonathan Silalahi mengutuk tindakan penganiayaan yang menewaskan Bripda Natanael Simanungkalit, anggota Polda Kepri. PBB desak transparansi Polda Kepri terkait kematian korban yang dianiaya seniornya. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kepri menyoroti dugaan kasus penganiayaan yang menewaskan anggota Polda Kepri, Bripda Natanael Simanungkalit. 

Sekretaris DPD PBB Kepri, Jonathan Silalahi mengatakan, pihaknya mengecam segala bentuk kekerasan, terlebih yang terjadi di lingkungan internal institusi penegak hukum.

“Kami mengutuk keras tindakan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit,” kata Jonathan, Kamis (16/4/2026). 

DPD PBB Kepri juga mendesak Polda Kepri untuk bersikap transparan dalam mengusut kasus tersebut, termasuk mengungkap secara terang motif di balik dugaan penganiayaan yang terjadi.

Jonathan mengtatakan, informasi yang diterima pihaknya di lapangan menyebutkan pelaku diduga melibatkan oknum senior dari korban sendiri.

“Kami meminta agar seluruh pelaku, siapa pun itu, diproses hukum dan dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menyampaikan sikap tegas organisasinya. Pihaknya siap memberikan pendampingan kepada keluarga korban apabila proses hukum tidak berjalan secara transparan.

“Jika Polda Kepri tidak terbuka dalam mengungkap kasus ini, kami siap memberikan pendampingan kepada keluarga dan kuasa hukum korban, hingga seluruh pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” kata Jonathan.

Lebih lanjut, Jonathan menilai peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi serius di internal kepolisian, khususnya dalam proses rekrutmen anggota.

Ia menekankan pentingnya pengujian psikologis yang ketat bagi calon anggota Polri, guna memastikan setiap personel memiliki mental yang kuat, stabil, serta berintegritas.

“Kasus ini harus menjadi pembelajaran, rekrutmen anggota Polri perlu dilakukan dengan pengujian kejiwaan yang lebih ketat, sehingga menghasilkan personel yang tidak hanya tangguh, tetapi juga berjiwa mengayomi masyarakat,” katanya.

Ia berharap Polda Kepri dapat mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved