Jumat, 8 Mei 2026

Harga Gas Naik, LPG 12 Kg di Batam Kini Tembus Rp243 Ribu per Tabung

Pertamina Kepri melakukan penyesuaian harga LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Harga yang diterima konsumen bisa berbeda-beda

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Birri Fikrudin
LPG 12 KG - Stok LPG di salah satu agen resmi LPG non subsidi PT Dwi Ravi Ladang Energi di Jalan Ali Murtopo, Ranai, Natuna. Pertamina Kepri naikkan harga LPG non subsidi. Saat ini harga isi ulang LPG 5,5 kg di Batam berada di kisaran Rp115 ribu per tabung, sementara LPG 12 kg mencapai sekitar Rp243 ribu per tabung. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - PT Pertamina (Persero) melalui wilayah Kepulauan Riau (Kepri) melakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg. 

Kenaikan LPG ini masing-masing sebesar Rp17 ribu untuk tabung 5,5 kg dan Rp30 ribu untuk tabung 12 kg.

Sales Manager Area Pertamina Kepri, Bagus Handoko, melalui stafnya Hanif mengatakan, penyesuaian harga tersebut merupakan dampak kebijakan harga yang ditetapkan di tingkat pusat.

“Untuk di Kepri, kenaikan harga LPG 5,5 kilogram berada di angka Rp17 ribu, sementara untuk LPG 12 kilogram naik sekitar Rp30 ribu,” ujar Hanif, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, harga tersebut merupakan harga acuan di tingkat agen dan belum termasuk biaya distribusi ke tingkat pengecer. 

Dengan demikian, harga yang diterima konsumen bisa berbeda-beda, tergantung jarak pengantaran serta jasa tambahan yang diberikan oleh penyalur.

“Jadi harga di setiap penjual bisa bervariasi. Itu tergantung ongkos kirim, jarak, hingga layanan tambahan seperti pemasangan,” katanya.

Saat ini harga isi ulang LPG 5,5 kg di Batam berada di kisaran Rp115 ribu per tabung, sementara LPG 12 kg mencapai sekitar Rp243 ribu per tabung.

Terkait dampak kenaikan harga LPG ini, Pertamina menyebut belum melihat adanya pergeseran signifikan konsumsi di Batam, khususnya dari pengguna LPG non-subsidi ke LPG subsidi 3 kg. 

Meski demikian, fenomena peralihan tersebut sempat dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Kepri, seperti Karimun dan Tanjungpinang.

“Untuk di Batam sejauh ini masih normal. Distribusi dan penyaluran juga berjalan seperti biasa,” kata Hanif.

Hanif menegaskan, untuk LPG non-subsidi seperti ukuran 5,5 kg dan 12 kg, distribusi mengikuti mekanisme pasar tanpa kuota tertentu. 

Agen dapat menyesuaikan pasokan berdasarkan permintaan konsumen di wilayah masing-masing.

Berbeda dengan LPG subsidi 3 kg yang memiliki kuota dan pengawasan ketat, LPG non-subsidi lebih fleksibel dalam hal distribusi. 

Pertamina memastikan pasokan tetap aman dan tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kalau non-subsidi itu mengikuti kebutuhan pasar. Selama permintaan ada, pasokan akan disesuaikan,” kata Hanif. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved