WFH ASN PEMKO BATAM
10 Ribu ASN Pemko Batam Jalani WFH Hari Ini, Absen Tiga Kali Sehari lewat Aplikasi Simpeg
ASN Pemko Batam yang jalani WFH Jumat ini diwajibkan absensi sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pukul 07.30 WIB, 13.00 WIB dan 16.00 WIB.
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota Batam resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.
Dari total 13 ribu ASN yang tercatat, hanya sekitar 3 ribu orang yang tetap hadir bekerja di kantor (Work From Office/WFO) pada hari pertama pelaksanaan kebijakan ini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan kebijakan ini mengacu pada surat edaran Wali Kota Batam.
Instansi dengan jumlah pegawai di atas 100 orang diwajibkan menerapkan 80 persen WFH, sementara instansi dengan 50 hingga 100 pegawai diwajibkan 70 persen WFH.
"Jadi dari total 13 ribu ASN, sekitar 10 ribu lebih melaksanakan WFH. Namun ini bukan WFH biasa, ini WFH yang berdampak," ujar Rudi.
Salah satu dampak paling nyata dari kebijakan ini yakni efisiensi anggaran. 45 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemko Batam telah mengusulkan pemangkasan anggaran operasional, dengan total penghematan yang ditargetkan mencapai Rp18,1 miliar.
Diskominfo sendiri berkontribusi sebesar Rp320 juta dari angka tersebut. Langkah nyata efisiensi terlihat langsung. Banyak ruangan yang tidak digunakan dimatikan AC-nya, lorong antar-ruangan dibiarkan gelap, demi menekan konsumsi listrik secara signifikan.
Sementara untuk memastikan ASN tetap bekerja dari rumah, Pemko Batam menerapkan sistem presensi jarak jauh melalui absensi digital berbasis aplikasi kepegawaian (Simpeg) yang terintegrasi dengan Google Maps.
ASN yang WFH diwajibkan melakukan absensi sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pukul 07.30 WIB, 13.00 WIB dan 16.00 WIB.
Sistem ini otomatis mendeteksi lokasi ASN berdasarkan alamat domisili yang telah terdaftar.
Jika seorang pegawai tercatat berdomisili di Batu Aji namun melakukan absensi dari Batu Ampar, sistem akan langsung mendeteksi ketidaksesuaian tersebut.
"Bukan live location tapi tiga kali presensi dalam sehari sudah cukup untuk memastikan mereka benar-benar berada di rumah," katanya.
Meski sebagian besar ASN bekerja dari rumah, Rudi memastikan roda pelayanan publik tidak berhenti.
Setiap bidang telah mendapat pembagian tugas yang spesifik. Di Diskominfo misalnya, staf dari Bidang PIPP bertugas memantau dan menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi Sempat-Sempat Lapor secara daring.
Koordinasi antar pegawai WFH juga diperkuat melalui rapat virtual.
| Hari Pertama WFH ASN Pemko Batam, Kantor Wali kota Batam Sepi, AC dan Lampu Kantor Banyak Mati |
|
|---|
| Diskominfo Batam Proyeksikan Hemat Rp320 Juta Lewat Kebijakan WFH ASN |
|
|---|
| Pemko Batam Terapkan WFH Setiap Jumat, Walikota Amsakar Achmad: Jangan Dibenturkan dengan Mendagri |
|
|---|
| Alasan Pemko Batam Belum Terapkan WFH ASN, Sekda: Penghitungan Efisiensi Belum Dapat |
|
|---|
| Walikota Batam Amsakar Achmad: Penerapan WFH Harus Terukur dan Jelas Angka Penghematannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kadis-kominfo-rudy-oanjaitan-WFH.jpg)