Selasa, 28 April 2026

PEKERJA DITABRAK FORKLIFT DI ASL BATAM

FSPMI Batam Minta Manajemen PT ASL Shipyard Diganti Buntut Kecelakaan Kerja Berulang

Rentetan kecelakaan kerja yang terus terjadi di kawasan ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, Batam, kembali menuai sorotan dari para pekerja.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Dok. Disnakertrans Kepri
KECELAKAAN KERJA - TKP kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard Batam, baru-baru ini yang mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rentetan kecelakaan kerja yang terus berulang di kawasan ASL Shipyard, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, kembali menuai sorotan dari para pekerja.

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam mendesak adanya pergantian manajemen perusahaan galangan kapal tersebut, usai insiden terbaru yang menewaskan seorang pekerja subkontraktor.

Korban diketahui bernama Dame Lumban Tobing (DLT), subkontraktor dari PT Sinar Cendana. 

Ia meninggal dunia usai diduga tertabrak forklift bermuatan tabung oksigen yang dikemudikan DI dari arah belakang saat berjalan kaki di area kerja, Sabtu (25/4/2026) siang.

Ketua FSPMI Batam, Yafet Ramon, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

Namun di sisi lain, ia menegaskan kecelakaan kerja yang terus berulang di ASL tak bisa lagi ditoleransi.

"Kita turut berbelasungkawa ya, kembali terjadi kecelakaan kerja di ASL. Kita sangat-sangat prihatin yang luar biasa. Kembali terjadi, apa pun alasannya itu tidak bisa diterima," ujar Yafet, Selasa (28/4/2026).

Menurut Yafet, kejadian fatal di ASL bukan baru kali ini terjadi.

Ia mengatakan, sebelumnya telah terjadi sejumlah insiden serius mulai dari kebakaran, pekerja tersetrum, hingga kini pekerja tewas diduga tertabrak forklift.

"Kalau menurut kami itu sudah tidak layak lagi untuk bertugas memegang tanggung jawab menjalankan operasional di ASL yang ada ini. Mengapa? Karena kejadian ini bukannya baru kali ini," katanya.

Ia menilai sudah saatnya dilakukan "refresh" atau penyegaran total terhadap jajaran pimpinan perusahaan, bahkan menurutnya, manajemen ASL perlu diganti.

"Sepertinya itu sudah harus ada refresh nih untuk manajemen ASL. Pucuk-pucuk pimpinan itu sudah tidak layak lagi," tegasnya.

Yafet juga menyinggung kedatangan Menteri Ketenagakerjaan ke ASL beberapa waktu lalu pasca insiden sebelumnya.

Namun, meski sudah mendapat perhatian pemerintah pusat, kecelakaan kerja kembali terjadi.

"Kan Pak Menteri sudah datang ke sana kemarin. Artinya memang sudah harus dirubah ini manajemen ASL," kata Yafet.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved