Polisi Tewas di Asrama Polda Kepri
Di Tengah Duka, Keluarga Bripda Natanael Berharap Tak Ada Spekulasi yang Menambah Luka
Penasihat hukum keluarga Natanael, Sudirman Situmeang, sebut keluarga yang ditinggalkan saat ini masih berusaha tegar menghadapi kehilangan
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Duka masih menyelimuti keluarga mendiang Bripda Natanael Simanungkalit.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, pihak keluarga melalui tim kuasa hukum meminta semua pihak untuk menyajikan informasi secara berimbang, dan tidak memicu spekulasi yang dapat memperdalam luka orang tua.
Penasihat hukum keluarga, Sudirman Situmeang, menegaskan keluarga yang ditinggalkan saat ini masih berusaha tegar menghadapi kehilangan. Karena itu, ia berharap agar informasi yang beredar tidak menambah beban emosional mereka.
“Kami minta informasi disampaikan apa adanya sesuai sumber. Jangan ditambah-tambahkan atau diarahkan ke opini yang bisa menimbulkan kesimpulan yang keliru,” ujar Sudirman, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, perhatian dan dukungan masyarakat terhadap keluarga korban memang cukup besar. Namun di balik itu, ada harapan agar simpati tersebut tetap disampaikan secara bijak.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat. Tapi kami juga berharap tidak ada opini-opini yang justru memperkeruh suasana atau membuka luka lama keluarga,” katanya.
Bagi keluarga, proses hukum bukan hanya soal mencari keadilan, tetapi juga bagian dari upaya mendapatkan ketenangan.
Sudirman menyebut, hingga kini pihaknya masih menaruh kepercayaan pada kinerja penyidik Polda Kepri dalam menangani perkara tersebut.
“Kami melihat prosesnya masih berjalan sesuai alur. Penyidik juga terbuka, kami diberi ruang untuk menyampaikan informasi yang kami miliki,” ujar Sudirman.
Ia mengungkapkan, pihaknya terus mengikuti setiap perkembangan, termasuk mencermati hasil sidang etik yang telah berlangsung.
“Kami sudah ikut dalam proses sidang etik, sehingga kami mengetahui hasilnya. Ke depan, tentu kami akan melihat kesesuaian dengan proses penyidikan di Reskrim,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, ia menyebut tim kuasa hukum berencana kembali berkoordinasi dengan penyidik untuk menyampaikan sejumlah hal penting yang diharapkan dapat membantu pengungkapan perkara.
“Ada beberapa hal yang akan kami sampaikan. Penyidik juga sudah membuka ruang untuk itu, kemungkinan dalam waktu dekat kami akan bertemu kembali,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan pihaknya belum dapat memberikan penilaian menyeluruh terhadap proses penyidikan pidana yang masih berjalan.
Namun, ia menilai hasil sidang etik yang telah rampung patut diapresiasi.
“Yang bisa kami nilai saat ini adalah hasil sidang etik. Prosesnya kami apresiasi karena dilakukan secara terbuka dan maksimal,” ungkapnya.
Keluarga berharap, proses penyidikan pidana ke depan dapat berjalan selaras dengan hasil sidang etik, sehingga memberikan kejelasan hukum yang mereka nantikan. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
| Polda Kepri Dalami Dugaan Pembiaran terkait Kematian Bripda Natanael |
|
|---|
| Rekonstruksi 37 Adegan Ungkap Detik-Detik Kematian Bripda Natanael di Rusun Bintara Polda Kepri |
|
|---|
| Fakta Baru Terungkap usai Rekonstruksi Kematian Bripda Natanael di Batam, Dugaan Pembiaran Disorot |
|
|---|
| Ayah Bripda Natanael Tahan Amarah, Saksikan Rekonstruksi Anaknya Dihajar hingga Tewas di Batam |
|
|---|
| Breaking News, Rekonstruksi Kematian Polisi di Rusun Polda Kepri, Keluarga Natanael Bertemu Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kuasa-hukum-keluarga-korban-penganiayaan-tewaskan-Bripda-Natanael-Sudirman-Situmeang.jpg)