Penggerebekan WNA di Apartemen Batam
Propam Polda Kepri Selidiki Dugaan Keterlibatan Walpri Gubernur di Kasus Judi Online Batam
Propam Polda Kepri masih mendalami kebenaran informasi soal dugaan Walpri Gubernur Kepri Brigadir BA yang terseret dalam kasus judol WNA di Batam
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - BidPropam Polda Kepri tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Brigadir BA, yang bertugas sebagai Walpri Gubernur Kepri, dalam kasus penggerebekan markas judi online, love scamming, dan phishing e-commerce di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam.
Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami kebenaran informasi yang beredar di masyarakat terkait nama Brigadir BA yang ikut terseret dalam kasus tersebut.
“Ya, saat ini masih tahap penyelidikan. Kami mendalami kebenaran informasi itu. Kalau memang tidak benar, kami juga akan mencari tahu siapa yang menyebarkan informasi tersebut,” ujar Eddwi saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).
Ia menegaskan, Propam Polda Kepri akan bersikap profesional dalam menangani perkara ini. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka anggota yang bersangkutan akan diproses sesuai aturan dan ketentuan disiplin yang berlaku di lingkungan Polri.
“Kalau memang benar tentu akan dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga sudah mengonfirmasi pihak yang memuat informasi tersebut, namun sampai sekarang belum memberikan penjelasan. Saat ini proses lidik masih berjalan,” katanya.
Eddwi menambahkan, Propam belum dapat menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepri, Hendri, membenarkan Brigadir BA memang bertugas sebagai personel pengawalan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Namun, ia menegaskan status Brigadir BA bukan ajudan pribadi gubernur.
“Berdasarkan surat keputusan, yang bersangkutan bertugas sebagai pengawalan tertutup untuk BKO di Batam. Jadi pengawalan dilakukan ketika Pak Gubernur berada di Batam,” ujar Hendri saat dihubungi.
Ia juga menepis anggapan Brigadir BA memiliki peran sebagai ajudan yang mendampingi aktivitas pribadi gubernur.
“Dia bukan ADC yang membawa dompet atau pidato gubernur. Perannya hanya pengawalan tertutup atau walpri Pak Gubernur,” tuturnya.
Terkait informasi yang viral di media sosial, Hendri menegaskan persoalan tersebut tidak berkaitan dengan tugas pengawalan gubernur.
“Informasi yang beredar itu tidak ada hubungannya dengan Pak Gubernur maupun tugas pengawalan. Itu merupakan urusan pribadi yang bersangkutan di luar tugas kedinasan,” katanya.
Sebelumnya, nama Brigadir BA mencuat setelah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggerebek sebuah apartemen di kawasan Baloi View, Lubuk Baja, Batam, Rabu (6/5/2026) pagi.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sebanyak 210 warga negara asing asal Vietnam, Myanmar, dan Tiongkok yang diduga terlibat dalam praktik love scamming, judi online, serta phishing e-commerce.
Selain mengamankan para WNA, petugas juga menyita puluhan unit komputer, CPU, dan berbagai perangkat elektronik lain yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas kejahatan siber lintas negara tersebut. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
| Digerebek Imigrasi, Baloi View Apartemen Batam Disegel, Tiba-tiba Ada Tulisan Sedang Renovasi |
|
|---|
| Ratusan WNA dari Tiga Negara Terjaring Razia di Batam, Ratusan Komputer dan HP Disita |
|
|---|
| Digerebek Dini Hari, Ratusan WNA di Baloi View Batam Sudah Lama Dipantau Imigrasi |
|
|---|
| Imigrasi Batam Masih Dalami Dugaan Scamming Usai Amankan Ratusan WNA di Baloi View Apartment |
|
|---|
| Breaking News, Ratusan WNA Diduga Pelaku Love Scamming Diamankan di Baloi View Apartment Batam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kabid-Propam-Kombes-Pol-Eddwi-merespon-informasi-keterlibatan-Bripda-BA-kawal-judol.jpg)