SIDANG PEMBUNUHAN DWI PUTRI
Keluarga Kenang Pesan Terakhir Dwi Putri Korban Pembunuhan di Batam: Nanti Kita Kumpul Ya
Tangis Melyasari kakak Dwi Putri pecah, saat mengenang pesan terakhir sang adik usai mengikuti persidangan di PN Batam, Senin (18/5/2026).
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sidang kasus pembunuhan Dwi Putri Apriliandini di Pengadilan Negeri Batam, bukan hanya membuka kembali luka keluarga korban.
Tetapi juga menghadirkan kenangan tentang sosok perempuan muda yang ingin pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarganya saat Lebaran.
Keinginan sederhana itu kini tak pernah terwujud, setelah nyawa wanita asal Lampung Barat tersebut direnggut dalam kasus pembunuhan di Batam yang kini bergulir di meja hijau.
Tangis kakak korban, Melyasari, pecah saat mengenang pesan terakhir sang adik usai mengikuti persidangan, Senin (18/5/2026).
Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku masih terus teringat ajakan sederhana dari Dwi Putri yang ingin berkumpul bersama keluarga, setelah beberapa tahun merantau di Batam.
"Kata-kata yang paling saya ingat itu, dia ingin kumpul saat Lebaran nanti. Sudah 2 tahun nggak pulang Lebaran," ujar Melyasari sambil menangis di PN Batam, pada Senin malam.
Menurutnya, almarhumah memang sudah lama berencana pulang kampung ke Lampung Barat, berkumpul lagi dengan sang anak dan orang tuanya.
Bahkan, Dwi Putri sempat mengatakan ingin mencari pekerjaan terlebih dahulu agar memiliki ongkos untuk pulang.
"Nanti kita kumpul ya. Aku cari kerjaan dulu untuk pulang, cari ongkos dulu," ujar Melyasari menirukan ucapan terakhir adiknya.
Ajakan itu kini justru menjadi kalimat yang paling sulit dilupakan keluarga.
"Itu yang bikin saya sekarang sangat... tidak bisa melupakan hal itu," katanya sambil menangis.
Melyasari mengatakan, adiknya dikenal sebagai sosok yang selalu memikirkan keluarga meski hidup jauh di perantauan.
Di tengah kesulitan hidup yang dijalani, Dwi Putri tetap berusaha menjaga hubungan dengan keluarga di kampung halaman, dan ingin bisa berkumpul kembali bersama orang-orang yang dicintainya.
"Jadi kami di situ kumpul bersama, walau bagaimana pun keadaannya kita kumpul ya, ayo," katanya mengenang perkataan sang adik.
Namun, harapan untuk pulang dan merayakan Lebaran bersama keluarga itu tak pernah terwujud.
Dwi Putri Aprilian Dini
korban pembunuhan di Batam
Pembunuhan di Batam
kasus pembunuhan di Batam
sidang pembunuhan di Batam
Pengadilan Negeri Batam
Batam
| Kakak Korban Tolak Maaf Terdakwa Pembunuhan di PN Batam: Nyawa Adik Kami Direnggut |
|
|---|
| Tangis Kakak Dwi Putri di PN Batam Bacakan Surat Sang Ayah: Kami Titip Keadilan Atas Nyawa Anak Kami |
|
|---|
| Tangis Keluarga Dwi Putri Pecah saat Wilson Tiba di PN Batam, Terdakwa Diteriaki Pembunuh |
|
|---|
| Tangis Keluarga Warnai Sidang Pembunuhan Dwi Putri di Batam, Mulyasari Tolak Maaf Terdakwa |
|
|---|
| Tangis Rina Pecah di PN Batam Teringat Dwi Putri, Akui Sempat Ingin Selamatkan Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Melyasari-dan-Dwi-Putri.jpg)