POLEMIK STATUS GURU DI SMAN 5 BATAM
Setelah Viral, Sriadi Mengaku Sempat Diminta Kembali Mengajar di SMAN 5 Batam
Setelah diberhentikan sebagai guru honorer di SMAN 5 Batam, Sriadi mengaku sempat diminta mengajar kembali di sekolah itu awal Mei 2026 kemarin.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Masalah yang dialami Sriadi Irawan, SPd, warga Batam, bukan hanya soal Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Setelah mengajar di SMAN 5 Batam sejak 2023 lalu, ia mengaku diberhentikan sebagai guru honorer di sekolah yang terletak di Kecamatan Sagulung itu pada Januari 2026.
"Alasan kepala sekolah bahwa tidak bisa lagi mempekerjakan guru honor provinsi. Jadi saat itu pada tanggal 5 Januari 2026, pas upacara diumumkan dan langsung dikosongkan jam mengajar saya," kata Sriadi dalam wawancara eksklusif dengan Tribunbatam.id, baru-baru ini.
Setelah diberhentikan sebagai guru honorer di SMAN 5 Batam, ia mengaku sempat diminta mengajar kembali di sekolah itu awal Mei 2026 kemarin.
Namun permintaan tersebut baru muncul setelah kejadian yang dialami Sriadi viral di media massa.
"Setelah dipecat pada 5 Januari 2026 lalu, semuanya diam. Tapi beberapa teman-teman menaikkan pemberitaan di media massa, dan sempat viral.
Setelah viral pada tanggal 2 Mei 2026, kemarin Kepsek dan guru SMAN 5 Batam mendatangi rumah saya dan meminta kembali mengajar," ujarnya.
Tak cuma itu, pihak sekolah juga kembali datang ke rumahnya pada Jumat (22/5/2026) mengantarkan surat, menyatakan Sriadi masih terdaftar sebagai guru di SMAN 5 dengan masa kontrak sampai 31 Desember 2026.
"Mereka datang mengantar surat agar saya datang kembali mengajar sesuai kontrak kerja," kata Sriadi.
Ia melanjutkan, selama NUPTK-nya tidak dikembalikan atau data lamanya tidak ditarik, dia tak mau mengajar lagi.
"Saya sudah capek, tidak mau lagi mengabdi untuk negara lewat mengajar. Saya lebih baik bekerja yang lain, dan tidak mengajar lagi," ujarnya.
Sekarang Sriadi menghabiskan waktunya dengan berkebun di kawasan Marina.
"Saya berkebun untuk memenuhi kebutuhan dan juga mencukupi kehidupan keluarga saya," tutur Sriadi.
TribunBatam.id pada artikel sebelumnya telah mengonfirmasi sejumlah pihak termasuk Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 5 Batam, terkait permasalahan Sriadi.
Berita dapat dilihat di artikel Tribun Batam dengan judul Duduk Perkara Polemik Status Guru di SMAN 5 Batam, Kepsek: Sudah Saya Jelaskan ke Ombudsman Kepri.
Untuk video wawancara eksklusifnya bisa dilihat di artikel TribunBatam.id dengan judul Wawancara Eksklusif Sriadi Irawan, Guru di Batam Kubur Mimpi Jadi PPPK di SMAN 5 Gegara Diskriminasi.
(Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)
| Kronologi Polemik NUPTK Guru Honorer di Batam hingga Sriadi Ngaku Gagal Dilantik Jadi PPPK |
|
|---|
| Sriadi Irawan, Guru Honorer di Batam yang Kini Pilih Berkebun demi Hidupi Keluarga |
|
|---|
| Nasib Pilu Mantan Guru Honorer di SMAN 5 Batam, Lulus Sertifikasi Namun Jam Ngajar Kosong |
|
|---|
| Wawancara Eksklusif Sriadi Irawan, Guru di Batam Kubur Mimpi Jadi PPPK di SMAN 5 Gegara Diskriminasi |
|
|---|
| Duduk Perkara Polemik Status Guru di SMAN 5 Batam, Kepsek: Sudah Saya Jelaskan ke Ombudsman Kepri |
|
|---|