Senin, 1 Juni 2026

Berita Populer Batam, Pria Siram Kawan Pacar Air Keras karena Cemburu

Inilah daftar berita populer.Batam soal kondisi DAM Tembesi, volume waduk berkurang

Tayang:
Tribun Batam/Ucik Suwaibah
AG (28), pelaku penyiraman air keras di Saguba saat diperiksa di ruangan penyidik Polsek Sagulung 


Baca Selengkapnya

Penyebab Banjir di Bawah JPO Putri Tujuh Batuaji, DBMSDA Batam: Saluran Pembuangan Kecil

 

SALURAN AIR  - Saluran pembuangan air dari jalan raya ke saluran drainase di Bawah JPO putri tujuh Batuaji. Kondisinya kecil membiat air bertahan di jalan raya, Minggu (31/5/2026).
SALURAN AIR - Saluran pembuangan air dari jalan raya ke saluran drainase di Bawah JPO putri tujuh Batuaji. Kondisinya kecil membiat air bertahan di jalan raya, Minggu (31/5/2026).(Istimewa/Pertanian Sitanggang)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait banjir yang kerap terjadi di Jalan R Suprapto, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Putri Tujuh, Kecamatan Batuaji.

Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan tim DBMSDA Batam menemukan salah satu penyebab utama genangan air di lokasi tersebut adalah ukuran saluran pembuangan air dari badan jalan menuju drainase yang terlalu kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Kepala DBMSDA Batam, Metra Dinata, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mencari solusi atas permasalahan yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.

"Temuan tim di lapangan menunjukkan saluran pembuangan air dari jalan ke drainase ukurannya sangat kecil. Kondisi ini membuat air tidak dapat mengalir dengan cepat sehingga selalu terjadi genangan di badan jalan saat hujan," kata Metra, Minggu (31/5/2026).

Metra mengatakan pihaknya akan segera melakukan pembongkaran dan memperbesar saluran pembuangan tersebut agar aliran air menuju drainase menjadi lebih lancar.


Baca Selengkapnya

Akar Bumi Soroti Alih Fungsi Bibir Dam Tembesi, BP Batam Akui Kapasitas Waduk Berkurang

 

DAM TEMBESI - Foto udara kondisi bibir dam Tembesi yang saat ini sedang dilakukan pematangan lahan mulai dari dalam Dam Tembesi hingga bibir pantai di atas jembatan satu Barelang, Minggu (31/5/2026).
DAM TEMBESI - Foto udara kondisi bibir dam Tembesi yang saat ini sedang dilakukan pematangan lahan mulai dari dalam Dam Tembesi hingga bibir pantai di atas jembatan satu Barelang, Minggu (31/5/2026).(Dok Akar bumi/Pertanian Sitanggang)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Organisasi lingkungan hidup Akar Bumi Indonesia (ABI) menyoroti aktivitas pembangunan dan reklamasi di kawasan bibir Dam Tembesi hingga pesisir Barelang yang dinilai berpotensi mengancam keberlanjutan sumber air baku utama Kota Batam.

Sorotan tersebut muncul setelah kawasan di sekitar Dam Tembesi yang dikelola PT KBM dilakukan pematangan lahan seluas sekitar tujuh hektare. 

Area yang dikerjakan membentang dari kawasan dam hingga bibir laut di sekitar Jembatan Fisabilillah atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan I Barelang.

Pendiri ABI, Hendrik Hermawan, menilai persoalan tersebut bukan hanya terkait dugaan aktivitas penimbunan yang tidak sesuai prosedur, tetapi juga menyangkut tata kelola lingkungan hidup dan perlindungan kawasan pesisir yang memiliki fungsi strategis bagi Batam.

Menurut Hendrik, pihaknya menemukan aktivitas pemotongan bukit di kawasan daerah tangkapan air (catchment area) Dam Tembesi. 


Baca Selengkapnya

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved