Warga Keluhkan Debu dan Lumpur Akibat Proyek Sarpras Polresta Barelang di Nongsa Batam
Kondisi Jalan Hang Jebat Nongsa Batam kotor dengan material tanah merah berserakan di sejumlah titik. Hampir satu lajur jalan tertutup gundukan tanah
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aktivitas proyek pembangunan gedung sarana dan prasarana (sarpras) milik Polresta Barelang di Sambau, Nongsa, Batam, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan.
Bukan tanpa sebab, hal itu dikarenakan ruas Jalan Hang Jebat yang berada tepat di depan pintu keluar gedung utama Polda Kepri dipenuhi debu dan gundukan tanah, yang diduga berasal dari aktivitas kendaraan proyek.
Pantauan di lapangan, Rabu (3/6/2026) siang, kondisi jalan terlihat kotor dengan material tanah merah berserakan di sejumlah titik. Hampir satu lajur jalan tertutup gundukan tanah.
Di depan lokasi proyek tampak aktivitas alat berat melakukan pengerjaan. Material bangunan, batu hingga besi yang dirakit ditumpuk di lokasi proyek.
Debu beterbangan saat kendaraan melintas, terutama ketika cuaca panas dan kering. Sementara saat hujan turun, tanah berubah menjadi lumpur licin yang membahayakan pengendara.
Truk pengangkut material dan kendaraan alat berat tampak hilir mudik keluar masuk lokasi proyek. Material tanah yang menempel pada ban kendaraan menjadi penyebab utama kotornya badan jalan.
Soni, warga sekitar, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah seiring tingginya aktivitas pembangunan proyek.
“Kondisi jalan penuh debu tanah sejak ada proyek itu. Kalau hujan, jalan jadi berlumpur merah dan licin. Kalau cuaca panas debunya tebal sekali sampai masuk ke toko di pinggir jalan,” ujar Soni saat melintas di lokasi.
Menurutnya, tanah yang tercecer berasal dari kendaraan proyek pembangunan gedung sarpras Polda Kepri yang keluar masuk area proyek tanpa pembersihan terlebih dahulu.
“Tanah itu keluar dari kendaraan alat berat dan mobil proyek. Kadang berjatuhan di jalan. Pengendara motor juga banyak yang pelan-pelan karena takut tergelincir,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pengguna jalan. Mereka menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, khususnya sepeda motor.
Selain mengotori jalan, debu tanah yang beterbangan juga disebut mengganggu jarak pandang pengendara saat kendaraan besar melintas.
Warga berharap pihak kontraktor maupun pengelola proyek segera melakukan penanganan serius, seperti membersihkan badan jalan secara rutin, menyiram jalan untuk mengurangi debu, serta memastikan kendaraan proyek dibersihkan sebelum keluar dari lokasi pembangunan.
“Minimal ada penyiraman jalan atau pembersihan rutin supaya tidak terlalu berdebu dan berlumpur,” harap warga lainnya.
Sejumlah pengendara juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan proyek agar material tanah tidak terus berceceran di badan jalan.
Hingga Rabu siang, aktivitas pembangunan Gedung Sarpras di samping Polda Kepri itu masih berlangsung dengan mobilitas kendaraan proyek yang cukup tinggi. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
| Pelantar di Serasan Natuna Viral, Jadi Akses Utama Warga, Kondisinya sudah Lama Rusak |
|
|---|
| Katalog Harga Promo HP Samsung dan iPhone Lengkap Periode 1 Juni - 15 Juni 2026 Khusus di Batam |
|
|---|
| Warga Batam Jangan Ketinggalan Promo HP iPhone 17e di Juni 2026, Ini Daftar Bonus yang Bisa Didapat! |
|
|---|
| Haru Warnai Penyambutan Jemaah Haji Asal Lingga, Karwin dan Istri Pulang dari Makkah |
|
|---|
| Asal-usul Jasad Bayi di Pantai Sekilak Batam Belum Terungkap, Polisi Masih Selidiki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Jalan-Hang-Jebat-di-depan-proyek-Sarpras-di-pintu-keluar-Polda-penuh-gundukan-tanah-Rabu-36.jpg)