Pemprov Kepri Gandeng IDI Siapkan Program Kesehatan Mental Bagi Pekerja
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) beri perhatian serius terhadap kesehatan mental para pekerja, menyusul munculnya sejumlah kasus.
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memberi perhatian serius terhadap kesehatan mental para pekerja, menyusul munculnya sejumlah kasus gangguan psikologis yang menimpa tenaga kerja dalam beberapa waktu terakhir.
Pemprov Kepri merancang program dukungan kesehatan mental sebagai bagian dari perlindungan ketenagakerjaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perlindungan pekerja tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan keselamatan kerja.
Tetapi juga mencakup kesejahteraan psikologis yang dinilai berpengaruh besar terhadap produktivitas dan kualitas hidup tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diki Wijaya, mengatakan kesehatan mental merupakan faktor penting yang menentukan kinerja pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pekerja yang memiliki kondisi psikologis sehat akan lebih mampu menjalankan tugas secara optimal, sehingga berdampak positif terhadap produktivitas perusahaan dan pembangunan daerah.
“Pekerja yang sehat secara mental merupakan kunci produktivitas yang tinggi dan kemajuan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan hak-hak kesejahteraan psikologis tenaga kerja juga mendapatkan perhatian yang baik,” ujar Diki.
Diki menilai persoalan kesehatan mental di lingkungan kerja tidak lagi bisa dianggap sebagai isu sampingan.
Diki menjelaskan berbagai tekanan, mulai dari tuntutan pekerjaan, persoalan ekonomi, hingga masalah pribadi, dapat memengaruhi kondisi psikologis pekerja apabila tidak ditangani dengan baik.
Dampaknya tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan membahayakan keselamatan pekerja itu sendiri.
Diki mengungkapkan, sejumlah peristiwa tragis yang diduga berkaitan dengan tekanan mental telah menjadi peringatan bagi semua pihak.
Bahkan, terdapat kasus pekerja yang mengambil tindakan berbahaya akibat tekanan psikologis yang dialami.
“Bahkan ada yang sampai loncat dari Jembatan Barelang karena stres kerja,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemprov Kepri tidak hanya memperkuat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), tetapi juga mulai mengkaji penyediaan layanan kesehatan mental yang lebih mudah diakses oleh para pekerja.
Salah satu upaya yang sedang dibahas adalah kerja sama dengan organisasi profesi kesehatan melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Riau.
| Diatur Perpres, Disnaker Kepri Sebut Perusahaan Wajib Laporkan Lowongan Kerja ke Pemerintah |
|
|---|
| Isu Pulau Katang Lingga Dijual, Pemprov Kepri Telusuri Status Lahan dan Aturan Tata Ruang |
|
|---|
| Di Pulau Penyengat, Wagub Nyanyang Ajak Warga Jaga Warisan Peradaban Melayu |
|
|---|
| Kepala Bappenas RI Kagumi Budaya dan UMKM Kepri saat Kunjungi Tanjungpinang |
|
|---|
| Gubernur Kepri Ansar Ahmad Resmikan Tangkahan Nelayan Leho di Karimun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kadisnaker-Kepri-Dicky-Wijaya-TKA-di-Galang-Batang.jpg)