Kamis, 11 Juni 2026

PROGRAM MBG

78 Dapur MBG di Kepri Berhenti Operasi Sementara, Batam Terbanyak

Ada 78 dapur MBG di Kepri berhenti beroperasi sementara waktu terkait masalah anggaran. Hal ini disampaikan Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Birri Fikrudin
DAPUR MBG DI NATUNA - Tampak depan bangunan SPPG Bunguran Timur Laut di Desa Tanjung. SPPG ini sementara hentikan distribusi MBG, tunggu pencarian dana operasional dari BGN. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengungkap ada 78 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepri yang berhenti beroperasi sementara waktu.

Nyanyang menegaskan, penghentian sementara operasional 78 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG di Kepri tersebut bukan disebabkan kekurangan bahan pangan maupun distribusi pasokan makanan.

Melainkan terkait masalah anggaran yang belum tersalurkan.

"Kalau untuk pasokan sampai saat ini Alhamdulillah berjalan lancar dan tidak ada kekurangan. Jadi ini memang masalah anggaran," ujar Nyanyang usai melantik pengurus DK3 Kepri di aula Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Terkait kondisi ini, ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri langsung bergerak melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar layanan MBG kembali berjalan normal.

Ansar mengatakan, Pemprov Kepri bersama koordinator wilayah MBG di Pekanbaru tengah mencari solusi, agar distribusi anggaran dapat segera tersambung kembali.

"Kami sedang berkoordinasi dengan koordinator wilayah di Pekanbaru, Ibu Widya, terkait terjadinya penundaan kegiatan operasional MBG ini," katanya.

Selain persoalan teknis anggaran, Nyanyang juga menyoroti adanya dugaan praktik jual beli titik program MBG yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Batam dan Karimun.

Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut penggunaan anggaran negara yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.

"Masalah di pusat kan banyak, ada jual beli titik. Di Batam sendiri dan di Karimun juga ada. Itu anggaran negara yang dimonitor langsung,” ujarnya.

Karena itu, pengawasan terhadap program MBG disebut dilakukan secara ketat oleh berbagai pihak, mulai dari Satgas MBG, pemerintah daerah, hingga aparat kepolisian.

"Selain masyarakat ikut mengawasi, pemerintah dalam hal ini Satgas juga mengawasi. Di situ ada kepolisian, pemerintah juga ikut mengawasi. Ini anggaran yang harus diterima penerima manfaat, yaitu anak-anak kita di sekolah,” tambahnya.

Sebagai Ketua Satgas MBG Kepri, Nyanyang memastikan akan terus mendorong percepatan penyelesaian persoalan tersebut agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan optimal. 

55 Dapur MBG di Batam Berhenti Beroperasi

Perlu diketahui dari 78 dapur MBG di Kepri yang berhenti operasi sementara, Batam paling banyak.

Sedikitnya 55 SPPG di Batam berhenti beroperasi sejak Senin (8/6/2026).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved