Batam Terkini
Alasan Rayap Besi Semakin Marak, Ternyata Harga Besi di Batam Terus Naik
Harga besi bekas dipengepul atau dikenal dengan gudang scrab tembus Rp 4.500 rupiah perkilogram, diduga jadi pemicu maraknya pencurian besi di Ko
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Harga besi bekas dipengepul atau dikenal dengan gudang scrab tembus Rp 4.500 rupiah perkilogram, diduga jadi pemicu maraknya pencurian besi di Kota Batam.
Beberapa pengepul barang bekas atau pemilik gudang scrab di Batam mengaku saat ini harga besi sangat tinggi dimana untuk besi biasa harganya mencapai Rp 5 ribu rupiah perkilogramnya.
"Paling murah sekarang besi itu Rp 4.500 dari pemulung, mungkin itu yang membuat para pencuri besi terus beraksi," kata pemilik gudang Scrab di Batam yang namanya tidak mau disebutkan.
Sumber mengatakan saat ini untuk barang barang bekas yang paling mahal yakni Besi dan juga tembaga.
"Kalau tembaga harganya sudah seperti harga mas dimana perkilogramnya saat ini Rp 200 ribu," kata Sumber.
Sementara untuk barang barang lainnya seperti Alma dan juga tembaga tidak ada harga saat ini.
"Kalau botol plastik harganya hanya Rp 3 ratus rupiah perkilogramnya, kardus juga sama hanya Rp 400 rupiah perkilogramnya," kata Sumber.
Sumber mengatakan para pengepul atau pemilik gudang scrab sulit membedakan barang barang curian dari para pencari barang bekas.
"Kadang mereka itu datang hanya membawa beberapa kilo besi campuran, dan sudah dimasukkan ke dalam karung, jadi kita sulit membedakannya," kata Sumber.
Baca juga: Rayap Besi di Pelita Buat Heboh Warga Batam, Polisi Beberkan Sosok Pelaku Ke Publik
Namun meski demikian kata sumber biasanya para pencuri besi tersebut tidak menjual besi hasil curiannya di satu tempat.
"Kita pemilik gudang scrab ini tidak mau konyol juga, kita usaha scrab bukan tanpa modal. Kita juga buka usaha untuk menghidupi keluarga, jadi kalau kita sudah tau barang curian tidak mungkin kita beli," kata Sumber.
Bahkan ditengah naiknya harga besi yang terjadi saat ini pihaknya sangat selektif untuk menerima barang-barang yang tidak jelas.
"Kita tahu resikonya, kalau sempat kita beli dari pencuri besi jumlahnya tidak banyak, tapi resikonya sangat berat. Jadi kita tidak mungkin mau menerimanya," kata Sumber.
Sumber mengatakan hampir semua pemilik gudang scrab di Batam tidak akan mau beli besi dari pencari barang bekas, jika tahu barang itu barang curian.
"Tapi itulah pencari besi sekarang sudah pandai, kadang hasil curiannya di bagi bagi. Contoh ke gudang kita hanya dijual sekilo dan gudang lain sekilo, pokoknya mereka bagilah. Jadi kita kadang terkecoh dan tidak menyadari hal itu," kata sumber.
Sumber juga mengaku banyak rekan-rekannya yang menjadi korban dan harus berurusan dengan hukum. "Jatuhnya kita penadah, padahal yang kita terima kadang hanya satu kilo, kadang gak sampai satu kilo," kata Sumber.(Ian).
| Pelaku Rayap Besi di Pelita Batam Dibekuk Polisi, Ternyata Positif Pakai Narkoba |
|
|---|
| DPP PKB Tunjuk Hendrik Pimpin PKB Batam, Target Raih Tujuh Kursi Pemilu Mendatang |
|
|---|
| Malaysia Gencar Razia, Lebih dari 2.500 PMI Dideportasi Melalui Batam hingga Mei 2026 |
|
|---|
| Modus Paket Ekspedisi Terbongkar, Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 500 Gram Ganja dari Aceh |
|
|---|
| Kuliah Lapangan di Museum Raja Ali Haji, Mahasiswa Uniba Perkaya Wawasan Sejarah dan Budaya Melayu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Gudang-besi-tua-scrab.jpg)