Sabtu, 25 April 2026

KEBAKARAN DI LINGGA

Kebakaran Lahan Dekat SMKN 2 Lingga, Damkar dan BPBD Berjibaku Padamkan Api

Kebakaran lahan di area SMKN 2 Lingga, Desa Merawang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (24/1/2026) siang.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
KEBAKARAN DI LINGGA - Kebakaran lahan di area SMKN 2 Lingga, Desa Merawang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (24/1/2026) siang. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Kebakaran lahan di Lingga nyaris mengancam lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Lingga, Desa Merawang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (24/1/2026) siang.

Api yang berasal dari aktivitas pembakaran sampah itu dengan cepat menjalar akibat tiupan angin kencang, hingga membakar semak belukar di area belakang sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB.

Informasi awal diterima oleh personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Lingga dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lingga yang tengah siaga di posko bencana.

Menyikapi laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengatakan kebakaran terjadi sangat dekat dengan bangunan sekolah, sehingga membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah api meluas.

“Kebakaran lahan ini dipicu oleh pembakaran sampah. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang sehingga api cepat menjalar ke semak-semak di sekitar area belakang SMKN 2 Lingga,” ujar Oktanius Wirsal, Sabtu siang.

Ia menjelaskan, personel TRC BPBD bersama Damkar dan unsur terkait langsung melakukan pemadaman serta pendinginan di lokasi.

Upaya tersebut dilakukan secara terpadu guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

“Begitu menerima laporan, tim TRC BPBD langsung berkoordinasi dengan Damkar dan turun ke lokasi. Alhamdulillah, kebakaran berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, lahan seluas kurang lebih 25 x 15 meter persegi dilaporkan terbakar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dalam insiden ini.

Dalam proses penanganan kebakaran, sebanyak 5 personel TRC BPBD, 12 personel Damkar, 7 anggota Polsek, serta masyarakat setempat turut terlibat membantu pemadaman.

Oktanius Wirsal juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih di tengah kondisi cuaca yang berangin dan berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama di dekat fasilitas umum atau pemukiman. Sedikit kelalaian bisa berdampak besar dan membahayakan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved