Sabtu, 25 April 2026

Lingga Terkini

Cuaca Panas Picu Kebakaran Hutan dan Lahan di Lingga, 17 Kasus Terjadi Januari 2026

Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lingga menunjukkan peningkatan pada awal tahun 2026.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/istimewa - Damkar Lingga
Pemadam Kebakaran Kabupaten Lingga melalui Unit Daik menangani dua peristiwa kebakaran lahan dalam satu hari pada Jumat (30/1/2026). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lingga menunjukkan peningkatan pada awal tahun 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, tercatat sebanyak 17 kasus kebakaran hutan dan lahan terjadi sepanjang Januari 2026.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode November hingga Desember 2025 lalu yang mencatat jumlah kasus kebakaran hanya 1 di akhir tahun.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serta gangguan kesehatan masyarakat.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lingga, Dody Suhendra, mengatakan kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh berbagai faktor, baik unsur kesengajaan maupun kelalaian manusia.

Baca juga: Karhutla di Natuna Kian Marak, Diduga Dipicu Aktivitas Pembakaran Lahan Warga

“Beberapa kebakaran disebabkan pembakaran lahan oleh pemilik yang kemudian ditinggalkan, bahkan ada dugaan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan,” ujar Dody, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

Situasi tersebut membuat kebakaran mudah meluas hingga mencapai area yang cukup luas.

“Cuaca yang panas disertai angin membuat api mudah merambat hingga hektare-hektare lahan,” jelasnya.

Selain faktor penyebab kebakaran, Damkar Lingga juga menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman di lapangan.

Salah satunya adalah keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran, sehingga petugas kerap melakukan pemadaman secara manual.

Tak hanya itu, kondisi armada pemadam juga menjadi tantangan tersendiri.

Dody mengungkapkan terdapat mobil pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan di wilayah Daik, sementara satu armada Damkar unit Dabo sudah berusia tua.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuka lahan maupun beraktivitas di area rawan kebakaran.

Warga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan segera laporkan jika ada kebakaran agar bisa cepat ditangani,” tegasnya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan guna menekan potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang masih berlangsung. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved