Selasa, 28 April 2026

NAKHODA KAPAL DI LINGGA HILANG

Hari Kedua Pencarian Nakhoda Diduga Jatuh di Perairan Senayang Lingga Masih Nihil

Hari kedua operasi pencarian terhadap nakhoda Kapal TB Trans Permata 5 yang diduga jatuh ke laut di perairan Senayang Lingga, Rabu (11/2), masih nihil

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Dok. Tim SAR
PENCARIAN NAKHODA - Operasi pencarian terhadap nakhoda Kapal TB Trans Permata 5 yang diduga jatuh ke laut di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, masih nihil di hari kedua, Rabu (11/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian nakhoda TB Trans Permata 5, Padang Delli yang diduga jatuh ke laut di perairan Senayang
  • Memasuki hari kedua, Rabu (11/2), pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU dan memperluas area hingga sekitar 25 nautical mile, namun korban belum ditemukan
  • Koordinasi juga dilakukan dengan VTS Batam dan SROP Dabo Singkep untuk menyebarkan informasi kepada kapal yang melintas agar membantu pemantauan
  • Cuaca berangin ikut menjadi kendala tim SAR gabungan


LINGGA, TRIBUNBATAM.id
- Operasi pencarian terhadap nakhoda Kapal TB Trans Permata 5 yang diduga jatuh ke laut di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), masih berlanjut.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (11/2/2026), tim SAR gabungan kembali menyisir lokasi kejadian, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kanit SAR Lingga, Oktarian, mengatakan pencarian hari kedua dimulai sejak pagi sesuai rencana operasi SAR yang telah disusun.

Area pencarian diperluas dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

“Tim SAR gabungan kembali melaksanakan pencarian sejak pukul 07.30 WIB. Pencarian dibagi menjadi dua SRU dengan cakupan area sekitar 25 nautical mile. SRU pertama menggunakan RIB 05 USS Lingga bersama kapal TB Trans Permata 5, sedangkan SRU kedua melibatkan Boat Pos AL Senayang dan KRI Karotang,” ujar Oktarian saat dikonfirmasi Tribunbatam.id.

Selain penyisiran laut, koordinasi keselamatan pelayaran juga dilakukan.

VTS Batam dan SROP Dabo Singkep menyiarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar turut membantu pemantauan. 

Informasi SAR juga telah disebarkan kepada unsur potensi SAR lainnya.

Namun hingga pencarian dihentikan sementara sekitar pukul 16.00 WIB, hasilnya masih nihil.

“Setelah evaluasi operasi hari kedua, pencarian akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.30 WIB,” kata Oktarian.

Informasi awal kejadian diterima Basarnas pada Selasa (10/2/2026) pukul 08.25 WIB dari pihak PLP Tanjung Uban. 

Dilaporkan bahwa sehari sebelumnya, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, seorang nakhoda kapal diduga jatuh ke laut dari TB Trans Permata 5 di perairan Senayang.

Berdasarkan kronologis, korban terakhir terlihat sekitar pukul 19.00 WIB di kabin kapal.

Namun saat pergantian jaga satu jam kemudian, kru kapal tidak menemukan korban di area kapal, sehingga korban diduga terjatuh ke laut.

Korban diketahui bernama Padang Delli Setiyawan (41) sebagai nahkoda kapal.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved