Jumat, 8 Mei 2026

BOCAH TERSAMBAR API

Bocah Tersambar Api Pelita di Lingga Dirujuk ke Batam, Tidak Bisa Jalan Setelah Operasi

Mustakim terkena luka bakar serius akibat sambaran api dari pelita pada malam 27 Ramadan atau 16 Maret 2026, kini dirawat di RSUD Daik Lingga

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
Tribun Batam/Istimewa
DIRAWAT - Mustakim (8) asal Sertih, Desa Kelumu, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, terkena luka bakar serius akibat sambaran api dari pelita pada malam 27 Ramadan atau 16 Maret 2026, kini dirawat di RSUD Daik Lingga dan harus dirujuk ke RS di Batam. 

Namun perkembangan kondisi anaknya belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

“Untuk luka bakar ada yang mulai membaik, tapi ada juga yang sudah infeksi, termasuk luka di bagian sensitif yang belum sembuh."

"Dari rumah sakit menyarankan rujuk ke Batam karena di sini belum ada dokter spesialis bedah kulit,” katanya pelan.

Kesulitan Biaya Pengobatan

Bagi sebagian orang, perjalanan ke Batam mungkin terdengar biasa. 

Namun bagi keluarga sederhana di Dusun Sertih, perjalanan itu terasa begitu jauh. Bukan hanya soal jarak, tetapi juga biaya yang harus dipikirkan di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas.

Kadri mengaku kesulitan membiayai pengobatan anaknya. 

Meski demikian, ia bersyukur banyak tangan yang datang membantu keluarganya di tengah cobaan berat tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada bidan di kampung dan juga guru sekolah Mustakim yang terus mendampingi kami. Kalau hanya mengandalkan saya sendiri, rasanya sangat berat,” ungkapnya.

Di balik luka yang belum sembuh, Mustakim rupanya masih menyimpan harapan sederhana.

Harapan untuk kembali berjalan, kembali mengenakan seragam sekolah, dan duduk bersama teman-temannya di ruang kelas.

“Kami hanya berharap anak kami bisa sembuh, bisa berjalan lagi, dan kembali sekolah seperti dulu,” ucap Kadri lirih.

Guru Berharap Mustakim Kembali Sekolah

Perhatian terhadap Mustakim juga datang dari pihak sekolah.

Guru kelasnya, Lina, mengatakan kondisi muridnya itu terus menjadi perhatian bersama para guru.

“Mustakim adalah siswa kami di kelas 2 SD. Kami sangat berharap ia bisa segera pulih agar nantinya dapat mengikuti ujian sekolah pada bulan Juni,” ujar Lina.

Menurutnya, Mustakim dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria sebelum musibah itu terjadi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved