Kamis, 14 Mei 2026

TOWER PROVIDER PATAH DI NATUNA

Tower Provider Telekomunikasi di Natuna Patah Diterjang Angin Kencang

Cuaca ekstrem disertai angin kencang landa Natuna, bikin ambruk tower provider telekomunikasi di Desa Kelarik, Rabu (7/1) malam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa/Dok. Warga
TOWER AMBRUK - Kondisi tower provider telekomunikasi di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, patah diterjang angin kencang, pada Rabu (7/1/2026) malam. Foto diambil Kamis (8/1/2026). Telkom respons terkait kejadian ini. 

NATUNA, ‎TRIBUNBATAM.id - Cuaca ekstrem disertai angin kencang kembali menimbulkan kerusakan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

‎Sebuah tower atau menara pemancar provider telekomunikasi di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, patah pada Rabu (7/1/2026) malam.

‎Dari foto yang diterima Tribunbatam.id, rangka besi tower berwarna merah putih itu patah di bagian tengah.

‎Separuh menara roboh ke tanah, sementara bagian atasnya masih berdiri miring dan menggantung dengan struktur yang sudah bengkok. Material besi tower itu pun berserakan. 

‎Peristiwa yang menggemparkan warga Desa Kelarik ini terjadi sekitar pukul 22.45 WIB, saat angin bertiup sangat kencang di tengah cuaca ekstrem.

‎Tower tersebut diketahui berdiri tidak jauh dari Pos Polsubsektor Bunguran Utara dan permukiman warga.

‎Meski roboh dengan kondisi rusak parah dan porak-poranda, syukurnya material tower tidak menimpa rumah warga.

‎‎Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

‎Camat Bunguran Utara, Mikrayatulhayat, membenarkan peristiwa robohnya tower BTS tersebut.

‎‎“Tower yang tumbang itu terjadi di Desa Kelarik, malam tadi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (8/1/2026) pagi.

‎Ia menjelaskan tower yang roboh itu milik provider Telkomsel dengan jarak terdekat ke rumah warga sekitar 70 meter.

‎“Kalau tidak salah tinggi tower itu sekitar 72 meter. Milik Telkomsel, dan waktu kejadian angin kencang sedang berlangsung,” katanya.

‎Namun demikian, Camat menyebut, robohnya tower tersebut berdampak pada terganggunya layanan komunikasi dan internet warga.‎

‎“Dampaknya, akses internet warga agak terganggu, khususnya warga Desa Kelarik dan Desa Gunung Durian,” ujar Mikrayatulhayat. ‎

Respons Telkomsel

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved