Jumat, 24 April 2026

TOKO EMAS ANGGOTA DPRD NATUNA DIBOBOL

Gembok Terpasang, Toko Emas Anggota DPRD Natuna Hampir Sebulan Tutup Pasca Dibobol Maling

Gembok terpasang rapi, menandakan aktivitas toko emas Anggota DPRD Natuna Ahmad Sapuari lumpuh sejak peristiwa pencurian Senin (2/3) lalu

Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Birri Fikrudin
TERTUTUP RAPAT - Tampak depan Toko Mas Safari milik anggota DPRD Natuna di Jalan Datuk Kaya Wan Mohamad Rasyid, Ranai. Terpantau usaha itu lumpuh sementara waktu akibat peristiwa pencurian pada Senin (2/3/2026) dini hari lalu. Foto diambil : Rabu (1/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Toko Mas Safari milik Anggota DPRD Natuna Ahmad Sapuari masih tutup, dengan gembok terpasang rapi di pintu toko
  • Hampir sebulan, aktivitas usaha di toko emas itu terhenti pasca toko dibobol maling
  • Pemilik belum tahu kapan toko emasnya akan kembali buka pasca kejadian
 

 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Suasana berbeda terlihat di Toko Mas Safari di Jalan Datuk Kaya Wan Mohamad Rasyid, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pantauan Tribunbatam.id, Rabu (1/4/2026), tampak pintu toko yang biasanya terbuka melayani pembeli, kini tertutup rapat hampir sebulan ini.

Gembok terpasang rapi, menandakan aktivitas usaha di toko emas itu lumpuh sejak peristiwa pencurian yang menguras isi toko pada Senin (2/3/2026) dini hari lalu.

Toko emas ini berada di kawasan Pasar Lama, tepat di samping Apotek Tsabita.

Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan seperti biasa, meski relatif sepi.

“Semenjak dibobol itu memang tidak pernah buka lagi bang. Sudah hampir sebulan,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Dampak dari aksi nekat DS mencuri emas di toko itu masih dirasakan hingga kini oleh pemiliknya, Ahmad Sapuari, yang juga merupakan Anggota DPRD Natuna.

“Sejak kejadian itu, toko belum pernah buka lagi. Selama Ramadan kemarin juga tidak ada pemasukan sama sekali. Sampai sekarang masih tutup,” ungkap Sapuari.

Bukan hanya karena stok barang yang sudah tidak lengkap, kondisi psikologis Sapuari juga menjadi alasan utama toko belum kembali beroperasi.

Ia mengaku masih diliputi trauma dan waswas, apalagi barang bukti emas yang dicuri belum sepenuhnya ditemukan meski pelaku telah diamankan polisi.

“Susah juga kalau mau buka. Barang sudah tidak lengkap, masih kepikiran belum tenang. Takut juga pembeli jadi enggan datang,” ujarnya.

Toko emas yang telah dirintis Sapuari sejak 2007 itu terpaksa berhenti sementara. Sapuari juga belum bisa memastikan kapan tokonya akan buka kembali.

“Entah sampai kapan kembali buka belum dipastikan,” katanya.

Ia menyebut, sekitar 40 persen isi toko hilang dalam aksi pencurian tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved